Sistem Diduga Bobol, Rekening Nasabah Bank Jambi Dikuras Orang Tak Dikenal
ARUNGNEWS.COM,JAMBI – Kabar mengejutkan datang dari nasabah Bank Jambi. Sejumlah nasabah melaporkan kehilangan dana secara misterius di rekening tabungan mereka pada Minggu pagi (22/2). Kejadian ini diduga akibat adanya celah keamanan pada sistem perbankan yang dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Salah satu nasabah mengungkapkan bahwa saldo di rekening milik pribadi dan istrinya raib dikuras. Setelah melakukan konfirmasi kepada pihak Bank Jambi Cabang Sarolangun, diketahui bahwa insiden ini tidak hanya menyasar nasabah umum, namun juga pejabat internal bank.
"Pagi ini tabungan di Bank Jambi milik saya dan istri dijebol alias dikuras. Setelah menelepon Kepala Bank Jambi Sarolangun, Pak Ridwan, ternyata rekening beliau juga kena jebol," ujar salah satu nasabah menyampaikan pesannya kepada rekan-rekannya di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Layanan Mobile Banking Dinonaktifkan
Merespons situasi darurat ini, pihak Bank Jambi segera mengambil langkah preventif dengan menonaktifkan sementara seluruh layanan Mobile Banking. Melalui pengumuman resminya, Bank Jambi menyatakan bahwa saat ini sedang dilakukan pemeliharaan sistem (Internal Maintenance) untuk meningkatkan kualitas layanan dan keamanan transaksi.
Akibat kebijakan ini, nasabah untuk sementara waktu tidak dapat mengakses layanan Mobile Banking, ATM, maupun CRM Bank Jambi. Pihak bank mengimbau nasabah yang ingin mengecek saldo secara manual untuk datang langsung ke mesin ATM atau kantor cabang terdekat guna memastikan keamanan dana mereka.
Guna meminimalisir kerugian lebih lanjut, nasabah yang merasa menjadi korban atau mencurigai adanya aktivitas transaksi yang tidak sah diminta untuk segera menghubungi Call Center resmi Bank Jambi.
"Jika ada Bapak dan Ibu yang kena, segera telepon 1500-665 untuk pemblokiran jika masih tersisa tabungannya," tambahnya mengingatkan para nasabah lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank Jambi belum memberikan rincian pasti mengenai total kerugian nasabah maupun jangka waktu perbaikan sistem. Nasabah diminta tetap tenang namun tetap waspada dan rutin memantau saldo mereka melalui saluran resmi yang tersedia.(**)