Moscow Fashion Week

Moscow Fashion Week Angkat Isu Keberlanjutan dan Kolaborasi Desainer Asia

Posted on 2026-03-13 20:15:41 dibaca 2 kali

ARUNGNEWS.COM,JAKARTA- Ajang Moscow Fashion Week kembali digelar pada 14–19 Maret 2026 di Moscow, Rusia. Perhelatan mode internasional ini menyoroti salah satu arah utama industri fashion global saat ini, yakni keberlanjutan atau sustainability, sekaligus memberikan ruang bagi desainer muda, termasuk dari kawasan Asia.


Berbagai jenama yang tampil dalam acara tersebut menghadirkan pendekatan produksi dan konsumsi yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Upaya ini dilakukan melalui penggunaan material inovatif yang dapat didaur ulang, pengurangan bahan berbasis hewani, serta penerapan praktik recycling dan upcycling dalam proses kreatif.


Brand Sol Selivanova Olga, misalnya, mengusung konsep keberlanjutan dengan memperhatikan seluruh siklus hidup produknya. Pendekatan tersebut mencakup penggunaan kemasan yang dapat digunakan kembali hingga pengolahan limbah produksi yang kemudian dimanfaatkan kembali melalui studio kreatif maupun proyek edukasi.


Sementara itu, label Eulalique memanfaatkan sisa material dari musim sebelumnya untuk merancang koleksi baru. Pendekatan ini menciptakan siklus daur ulang berkelanjutan yang menjadi bagian dari identitas brand mereka. Beberapa label lain seperti Za_Za, 404 Not Found, the Vow, dan Duo juga menerapkan konsep upcycling dengan mengolah kain arsip serta material vintage menjadi karya desain kontemporer.


Salah satu tamu tetap Moscow Fashion Week, Ali Charisma, yang merupakan Advisory Board dan Event Director dari Indonesian Fashion Chamber, mengapresiasi komitmen ajang tersebut terhadap isu keberlanjutan.
Menurutnya, fokus terhadap sustainability menjadi salah satu aspek paling menarik dari penyelenggaraan Moscow Fashion Week tahun ini. Ia menilai banyak desainer menunjukkan keseriusan dalam memikirkan produksi yang bertanggung jawab, inovasi material, serta desain yang lebih sadar lingkungan.
“Sustainability bukan sekadar tren global, melainkan arah yang memang diperlukan bagi masa depan industri fashion. Melihat para desainer Rusia mengadopsi pendekatan ini membuat karya mereka terasa relevan dan progresif,” ujarnya.


Komitmen terhadap keberlanjutan juga datang dari para peserta internasional. Desainer asal Tiongkok D. Martina Queen, yang sebelumnya merancang kostum untuk upacara pembukaan dan penutupan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, akan menghadirkan koleksi menggunakan material inovatif berupa bionic down-like filling, alternatif ramah lingkungan pengganti bulu alami.


Sementara itu, label asal Spanyol Madame & Mister Sibarita menampilkan koleksi yang mengeksplorasi konsep eco-fashion melalui penggunaan biomaterial serta vegan leather berbahan serat tomat.
Partisipasi dari Asia juga diperkuat oleh brand asal Tiongkok Xuaujin.

Desainernya, Yan Haoyi, menggabungkan penghormatan terhadap alam dengan warisan budaya tradisional Tiongkok melalui penggunaan kain klasik seperti Xiangyunsha atau tea silk serta egg white cloth. Material tersebut diolah menggunakan teknik pewarnaan berbasis tanaman seperti indigo dan bahan botani lain yang diwariskan secara turun-temurun.


Dengan lebih dari 200 desainer yang dijadwalkan tampil, Moscow Fashion Week tahun ini dipastikan menjadi panggung yang kaya inspirasi. Para pecinta fashion dapat menantikan karya dari desainer Rusia seperti Vladimir Kiselev, Xakama, Yana Besfamilnaya, Leffers, dan Sariné Saakian, serta berbagai label dari Turki, Spanyol, Tiongkok, dan sejumlah negara lainnya.
Seperti pada penyelenggaraan sebelumnya, Moscow Fashion Week terus menjadi ruang bagi lahirnya talenta baru dan perkembangan industri fashion global yang semakin dinamis.(**)

Copyright 2025 Arungnews.com

Alamat: Jalan Batu Ceper II, No.5, Gambir, Jakarta Pusat

Telpon: PT Arung Samudra Multimedia, Telpon; 081366277488

E-Mail: admin@arungnews.com