Gubernur Maluku Utara Sherly Laos (ketiga dari kiri) pada acara pertemuan Saudagar Bugis Makassar ke 26 di Makassar, Sulawesi Selatan.
ARUNGNEWS.COM,MALUT- Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, mengajak para pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang investasi di daerahnya yang dinilai memiliki potensi ekonomi besar. Ajakan tersebut disampaikan dalam Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) ke-26 yang berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (27/3/2026).
Dalam forum itu, Sherly memaparkan sejumlah sektor strategis yang dinilai mampu menghasilkan nilai ekonomi hingga triliunan rupiah, namun hingga kini belum tergarap secara optimal. Ia menilai ketergantungan Maluku Utara terhadap pasokan komoditas dari luar daerah justru membuka peluang bagi investor untuk membangun basis produksi di wilayah tersebut.
Salah satu sektor yang disorot adalah peternakan, khususnya kebutuhan protein hewani. Menurutnya, permintaan daging ayam di Maluku Utara mencapai sekitar 25 ribu ton per tahun dengan potensi perputaran ekonomi hingga Rp1 triliun. Selain itu, komoditas telur juga memiliki prospek pasar yang menjanjikan dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai Rp800 miliar per tahun.
“Permintaan pasar tinggi, namun pasokan lokal masih terbatas. Ini menjadi peluang besar bagi investor,” ujar Sherly.
Di sektor perikanan, komoditas ikan tuna masih menjadi andalan. Namun, pemanfaatan potensi sumber daya laut di Maluku Utara disebut baru mencapai sekitar 20 persen. Kondisi ini dipengaruhi oleh sejumlah kendala, seperti keterbatasan armada tangkap modern, minimnya fasilitas penyimpanan beku (cold storage), serta belum berkembangnya industri pengolahan hasil perikanan.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara, lanjut Sherly, terus berupaya mendorong masuknya investasi guna memperkuat kemandirian ekonomi daerah, khususnya di sektor pangan. Dengan pengembangan dari hulu hingga hilir, diharapkan ketergantungan terhadap pasokan luar daerah dapat ditekan.
Ia optimistis, dengan dukungan infrastruktur serta masuknya investasi baru, Maluku Utara berpeluang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi strategis di kawasan Indonesia Timur.(**)