Gedung Mahligai 9 Bank Jambi

Pengamat: Kinerja dan Modal Kuat, Bank Jambi Dipastikan Sehat

Posted on 2026-04-02 15:48:16 dibaca 16 kali

ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Pengamat perbankan, Laila Farhat, memastikan isu yang beredar terkait kesehatan Bank Jambi tidak memiliki dasar fundamental yang kuat. Ia menegaskan, kinerja keuangan bank daerah tersebut masih berada dalam kategori sehat dengan indikator prudensial yang terjaga.


Menurut Laila, gangguan sistem siber yang terjadi pada Februari 2026 lebih tepat diklasifikasikan sebagai peristiwa risiko operasional (operational risk event), bukan persoalan solvabilitas maupun krisis likuiditas. “Peristiwa ini tidak menggerus struktur permodalan inti secara signifikan dan tidak mengindikasikan tekanan terhadap kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek,” ujarnya.


Berdasarkan penilaian Otoritas Jasa Keuangan, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Jambi tetap berada di atas ambang batas minimum regulator. Hal ini menunjukkan bank memiliki bantalan modal (capital buffer) yang memadai untuk menyerap potensi kerugian.


Selain itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang terjaga mencerminkan kualitas aset produktif masih dalam kondisi terkendali.
Dari sisi likuiditas, Laila menilai tidak terdapat indikasi ketidaksesuaian likuiditas (liquidity mismatch) maupun tekanan terhadap arus kas.

Bank dinilai masih memiliki kecukupan alat likuid, baik dalam bentuk giro pada Bank Indonesia maupun cadangan sekunder, sehingga kemampuan memenuhi penarikan dana nasabah tetap terjaga.
Secara kinerja, Bank Jambi mencatat pertumbuhan yang solid. Total aset mencapai Rp15,15 triliun per September 2025 atau tumbuh 20,43 persen secara tahunan (year on year). Penyaluran kredit sebesar Rp9,90 triliun menunjukkan fungsi intermediasi tetap berjalan, meskipun dengan pertumbuhan moderat untuk menjaga kualitas portofolio.


Dari sisi profitabilitas, laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp330 miliar mencerminkan kapasitas pendapatan (earning capacity) yang kuat. Capaian tersebut bahkan melampaui target awal dan dinilai cukup untuk menyerap dampak kerugian non-berulang akibat gangguan siber. “Ini menunjukkan ketahanan model bisnis bank masih terjaga,” tegasnya.


Dalam konteks industri Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Sumatera, Bank Jambi berada pada kategori menengah (mid-tier) dari sisi aset.

Skala bisnisnya memang masih di bawah Bank Sumut dan Bank Nagari, namun tetap kompetitif dengan fundamental yang stabil. Bahkan, posisinya dinilai relatif lebih kuat dibanding Bank Bengkulu dari sisi skala usaha dan profitabilitas.


Ia menambahkan, keberadaan Bank Sumsel Babel serta BRK Syariah mencerminkan dinamika industri yang kompetitif, namun tetap berada dalam pengawasan ketat regulator.


Laila menegaskan, selama rasio-rasio utama seperti CAR, NPL, serta indikator likuiditas berada dalam batas aman dan diawasi regulator, tidak ada alasan untuk menyimpulkan adanya risiko kebangkrutan.
“Secara teknikal perbankan, tidak ada sinyal tekanan baik dari sisi permodalan, kualitas aset, maupun likuiditas. Artinya, Bank Jambi berada dalam kondisi berkelanjutan (going concern) yang kuat dan jauh dari kebangkrutan,” pungkasnya.(**)

Copyright 2025 Arungnews.com

Alamat: Jalan Batu Ceper II, No.5, Gambir, Jakarta Pusat

Telpon: PT Arung Samudra Multimedia, Telpon; 081366277488

E-Mail: admin@arungnews.com