Pengamat perbankan, Laila Farhat
ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Bank Jambi mencatatkan capaian membanggakan dengan meraih predikat sebagai salah satu Bank BUMD Terbaik 2026. Prestasi ini diraih di tengah tekanan ekonomi global dan ketatnya persaingan industri perbankan nasional, sekaligus menegaskan kuatnya kepercayaan publik terhadap bank daerah tersebut.
Penghargaan tersebut dinilai tidak sekadar simbol formalitas, melainkan mencerminkan kinerja dan kredibilitas yang terjaga. Di tengah berbagai isu yang kerap memengaruhi stabilitas sektor perbankan, Bank Jambi tetap mampu mempertahankan performa yang stabil.
Pengamat perbankan, Laila Farhat, menilai capaian ini menjadi indikator bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Bank Jambi masih kuat. “Dalam dunia perbankan, kepercayaan merupakan aset utama. Ketika sebuah bank tetap meraih penghargaan di tengah tantangan, itu menunjukkan fondasi kepercayaan publiknya tetap kokoh,” ujarnya di Jambi, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, penilaian dalam riset independen yang dilakukan Majalah Infobank mencakup berbagai aspek, mulai dari kecukupan modal, kualitas aset, efisiensi operasional, hingga penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
Menurut Laila, masyarakat kini semakin rasional dalam menyikapi dinamika perbankan. Nasabah tidak mudah terpengaruh oleh gangguan layanan yang bersifat sementara, melainkan menilai kemampuan bank dalam menangani masalah dan melindungi dana nasabah.
“Kemampuan pemulihan sistem menjadi kunci. Bank Jambi terbukti memiliki mekanisme yang baik dalam hal tersebut,” katanya.
Ia menambahkan, jika kepercayaan publik menurun, biasanya akan ditandai dengan penarikan dana besar-besaran. Namun kondisi itu tidak terjadi. Aktivitas operasional di kantor cabang tetap berjalan normal, menunjukkan stabilitas bank tetap terjaga.
Kondisi tersebut juga tercermin dari fungsi intermediasi yang berjalan optimal. Bank Jambi tetap aktif menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya dalam bentuk kredit ke berbagai sektor produktif, seperti UMKM, perdagangan, dan jasa di wilayah Provinsi Jambi.
Peran ini mempertegas posisi Bank Jambi sebagai mitra strategis bagi dunia usaha dan pemerintah daerah. Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Jambi memiliki fungsi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Lebih lanjut, Laila menyebut penghargaan tersebut memberikan dampak psikologis positif bagi berbagai pihak. Pemerintah daerah sebagai pemegang saham memperoleh keyakinan atas pengelolaan yang profesional, sementara pelaku usaha mendapatkan kepastian stabilitas dalam bermitra.
Meski demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat manajemen terlena. Tantangan ke depan dinilai semakin kompleks, terutama terkait percepatan digitalisasi dan kebutuhan penguatan sistem keamanan siber.
“Penghargaan ini harus menjadi momentum untuk terus berinovasi, khususnya dalam penguatan teknologi informasi agar mampu bersaing dengan bank nasional,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi informasi kepada publik sebagai kunci menjaga kepercayaan nasabah di era digital.
Keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen di Bank Jambi, mulai dari manajemen hingga petugas di lapangan, dalam menjaga integritas dan profesionalisme.
Dengan semangat “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah”, Bank Jambi terus memperkuat perannya sebagai pilar pembangunan daerah dan mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jambi.(**)