Perumda Tirta Muaro Jambi Bantu 4000 liter air bersih
ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Krisis air bersih di Perumahan Kembar Lestari I, RT 28 dan RT 33, Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, kian memicu kemarahan warga. Selama dua pekan terakhir, air ledeng tidak mengalir, sementara bantuan darurat yang disalurkan Perumda Tirta Muaro Jambi dinilai tidak mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Pada Senin (13/4/2026), Perumda hanya menyalurkan 4.000 liter air bersih yang dibagi di dua titik. Bantuan itu tidak didistribusikan langsung ke rumah warga, sehingga menyulitkan masyarakat yang harus mengambil air secara mandiri.
Warga RT 28, Sri Rejeki, menilai langkah tersebut tidak menyentuh persoalan utama.
Dengan jumlah sekitar 170 kepala keluarga di wilayahnya, bantuan 2.000 liter dinilai sangat tidak mencukupi.
“Mau sampai kapan seperti ini. Katanya pipa sudah diperbaiki, tapi tetap tidak mengalir. Sekarang alasannya pengisian bak, tapi hasilnya sama saja,” ujarnya.
Ia mendesak kepastian dari Perumda terkait normalisasi distribusi air. Jika kondisi ini terus berlarut, warga bahkan mengancam akan beralih menjadi pelanggan PDAM Kota Jambi yang dinilai lebih memungkinkan untuk dijangkau.
“Kalau memang tidak mampu, kami siap pindah ke jaringan kota. Lokasinya dekat, bisa disambungkan,” tegasnya.
Keluhan juga disampaikan Ketua RT 33, Susan. Ia meminta Perumda segera mengambil langkah konkret agar distribusi air dapat dirasakan merata.
Salah satu opsi yang diusulkan adalah sistem buka-tutup aliran sebagai solusi sementara.
Di sisi lain, Kepala Unit Metro Mendalo Perumda Tirta Muaro Jambi, Edyanto, mengakui bantuan air yang diberikan bersifat darurat. Ia menyebut gangguan distribusi disebabkan kerusakan pipa dan pemadaman listrik yang menghambat suplai.
“Perbaikan sudah dilakukan, saat ini masih tahap pemulihan. Estimasi sekitar satu minggu ke depan kondisi akan kembali normal,” katanya.
Upaya solusi teknis juga mulai dilakukan. Kabag Administrasi Perumda Tirta Muaro Jambi, Zulkifli, bersama warga meninjau jalur pipa di kawasan Kembar Lestari III.
Dari hasil peninjauan, distribusi air di wilayah tersebut terpantau lancar.
Perumda kini mempertimbangkan menghubungkan jalur distribusi dari Kembar Lestari III (jalur Masurai) ke Kembar Lestari I yang terdampak. Jarak sambungan diperkirakan sekitar 200 meter dan titik koneksi telah ditemukan.
“Secara teknis memungkinkan untuk dikoneksikan. Ini akan kami sampaikan ke pimpinan untuk ditindaklanjuti,” ujar Zulkifli.
Sejumlah warga di Kembar Lestari III juga mengungkapkan bahwa rumah yang tersambung ke jalur Masurai tetap menikmati aliran air lancar, sementara yang terhubung ke jalur Kembar Lestari I ikut terdampak krisis.
Hingga kini, warga masih menunggu langkah konkret dari Perumda Tirta Muaro Jambi. Mereka menilai bantuan darurat bukan solusi, dan mendesak penyelesaian permanen agar kebutuhan air bersih kembali terpenuhi.(**)