Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jambi, Fahmi
ARUNGNEWS.COM,KOTAJAMBI- Pemerintah Kota Jambi memperkuat upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD Tahun 2026 yang digelar di Aula Baperida Kota Jambi, Selasa (14/4/2026).Rakor tersebut dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jambi, Fahmi, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, dr. Elvi Roza.
Kegiatan ini dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, kepala puskesmas, serta perwakilan TP-PKK Kota Jambi.Dalam sambutannya, Fahmi menegaskan bahwa DBD merupakan ancaman serius yang tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Karena itu, penanganannya membutuhkan komitmen bersama dan koordinasi lintas sektor yang kuat.“DBD berpotensi memicu kejadian luar biasa jika tidak ditangani secara terpadu. Sinergi semua pihak menjadi kunci utama dalam menekan penyebarannya,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rakor, Kota Jambi mencatat tren penurunan kasus DBD dalam dua tahun terakhir. Pada 2024 terdapat 638 kasus, kemudian menurun menjadi 507 kasus pada 2025. Sementara secara nasional, kasus DBD pada awal 2026 tercatat menurun dari 4.383 kasus pada Januari menjadi 2.489 kasus pada Februari.
Meski demikian, Pemkot Jambi tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat faktor perubahan iklim, urbanisasi, dan kepadatan penduduk yang berpotensi mempercepat penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Sejumlah langkah pencegahan terus diperkuat, di antaranya menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus di tingkat rumah tangga, mengoptimalkan program satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik), serta memaksimalkan layanan darurat Call Center 112 untuk laporan cepat masyarakat.
Fahmi menekankan, keberhasilan menekan kasus DBD sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah hingga tingkat RT dan kader PKK.“Semua harus bergerak bersama memastikan lingkungan bebas dari jentik nyamuk,” katanya.
Melalui Rakor Pokjanal DBD 2026 ini, Pemkot Jambi berharap kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) semakin meningkat, sehingga upaya menekan angka kasus dan fatalitas DBD di Kota Jambi dapat tercapai secara optimal.(**)