Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya Sugiarto, saat membedah buku karyanya berjudul “Babad Alas” di Gedung UNIFAC Lantai 1 Universitas Jambi (Unja), Rabu (15/4/2026).
ARUNGNEWS.COM,KOTAJAMBI- Menjadi seorang pemimpin bukan sekadar menduduki jabatan, melainkan dituntut berani mengambil keputusan di tengah berbagai tantangan. Pesan itu disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya Sugiarto, saat membedah buku karyanya berjudul “Babad Alas” di Gedung UNIFAC Lantai 1 Universitas Jambi (Unja), Rabu (15/4/2026).
Kegiatan yang dihadiri Wali Kota Jambi Maulana dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha tersebut diikuti ratusan mahasiswa dan civitas akademika. Dalam pemaparannya, Bima Arya menegaskan bahwa karakter kepemimpinan tidak akan terbentuk tanpa proses menghadapi tekanan dan benturan.
Menurutnya, pemimpin masa depan harus mampu bertahan dalam situasi sulit serta menyampaikan kebijakan secara terbuka dan rasional kepada publik. “Kepemimpinan itu ditempa dari keberanian mengambil keputusan, meski tidak selalu populer,” ujarnya.
Buku “Babad Alas” merupakan refleksi perjalanan Bima Arya selama satu dekade memimpin Kota Bogor pada 2014–2024. Ia mengulas berbagai kebijakan inovatif yang sempat dinilai tidak lazim, salah satunya kewajiban Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan produk UMKM lokal setiap hari Selasa. Kebijakan tersebut, kata dia, menjadi bentuk nyata keberpihakan pada ekonomi rakyat sekaligus penguatan identitas lokal.
Wali Kota Jambi Maulana mengapresiasi kehadiran Bima Arya dan menilai pengalaman kepemimpinan yang dibagikan menjadi referensi penting, baik bagi kepala daerah maupun generasi muda. “Apa yang disampaikan Pak Bima Arya memberikan perspektif nyata bahwa kepemimpinan membutuhkan keberanian, integritas, dan konsistensi. Ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami di daerah dalam merumuskan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Maulana.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Jambi juga terus mendorong inovasi pelayanan publik dan penguatan ekonomi lokal sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menilai buku tersebut tidak hanya menyajikan pengalaman kepemimpinan, tetapi juga dikemas dengan pendekatan naratif yang menarik. “Buku ini menyampaikan nilai-nilai kepemimpinan dengan cara yang lebih membumi. Ada perpaduan antara pengalaman nyata dan pendekatan kultural, sehingga mudah dipahami, terutama oleh generasi muda,” ujarnya.
Diza juga menekankan pentingnya keberanian berinovasi di tengah dinamika pemerintahan. Menurutnya, kepala daerah dituntut tidak hanya adaptif, tetapi juga mampu menghadirkan solusi kreatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui diskusi interaktif tersebut, kegiatan bedah buku diharapkan mampu memantik lahirnya generasi pemimpin baru yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki ketahanan, integritas, dan komitmen kuat dalam mengabdi kepada masyarakat.(**)