PT Pelindo Regional 2 Jambi menggelar simulasi penanganan keadaan darurat berupa ancaman bom di Terminal Petikemas Talang Duku, Kamis (6/8/2026)
ARUNGNEWS.COM,JAMBI-PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi menggelar simulasi penanganan keadaan darurat berupa ancaman bom dan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) di Terminal Petikemas Talang Duku, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan serta memastikan keamanan operasional pelabuhan tetap terjaga.
Simulasi tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di kawasan pelabuhan, di antaranya KSOP Pelabuhan Kelas III Talang Duku, KSKP Pelabuhan Talang Duku, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Jambi, Pemerintah Desa Talang Duku, serta sejumlah entitas dalam Pelindo Group. Kegiatan ini juga mendapat pendampingan dari Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Jambi.
Komandan Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Jambi, Kompol Ginda J. Silalahi, hadir bersama jajaran sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sistem keamanan dan keselamatan di lingkungan pelabuhan.
General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi, Febrianto Zenny Sulistyo Hari Murti, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sekaligus memperkuat penerapan prinsip tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan (GRC).
“Melalui simulasi ini, kami melatih kesiapan Tim Tanggap Darurat dalam menghadapi situasi nyata. Ini juga menjadi sarana untuk menguji efektivitas standar operasional prosedur (SOP) pengamanan serta meningkatkan kesadaran seluruh pekerja bahwa keselamatan dan keamanan merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan dari Subden 2 Jibom Sat Brimob Polda Jambi. AKP Yudianto bersama Ipda Suwandi memberikan materi terkait jenis ancaman bom, prinsip dasar penanganan, serta langkah awal yang harus dilakukan ketika menemukan benda mencurigakan.
Materi tersebut juga mencakup prosedur sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan kerja maupun masyarakat sebelum penanganan lanjutan dilakukan oleh aparat berwenang.
Setelah sesi pembekalan, peserta mengikuti simulasi yang diawali dengan skenario penerimaan informasi ancaman, aktivasi tim tanggap darurat, proses evakuasi pekerja, pengamanan lokasi, hingga penanganan objek mencurigakan oleh tim penjinak bom sesuai prosedur.
Simulasi ini menjadi ajang uji respons cepat, koordinasi lintas instansi, serta implementasi SOP pengamanan di kawasan pelabuhan. Hasil evaluasi dari kegiatan tersebut akan digunakan sebagai bahan penyempurnaan prosedur penanganan darurat ke depan.
Pelindo Regional 2 Jambi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penerapan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) guna mewujudkan pelabuhan yang aman, tangguh, dan andal. Sinergi antara operator pelabuhan, aparat keamanan, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan mampu menjaga kelancaran operasional serta memberikan rasa aman bagi pengguna jasa dan masyarakat sekitar.(**)