Peluncuran Laporan Perkembangan Kinerja Pembiayaan UMKM Semester I Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

OJK Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp1.949 Triliun, Sektor Nonbank Tumbuh Lebih Cepat

Posted on 2026-10-13 21:43:34 dibaca 24 kali

ARUNGNEWS.COM, JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan ekosistem pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyediaan data yang komprehensif, akurat, dan mudah diakses. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penyaluran pembiayaan sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan.

Hingga Juli 2026, total pembiayaan UMKM dari berbagai sektor jasa keuangan tercatat mencapai Rp1.949 triliun, atau tumbuh 3,09 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan hal tersebut dalam peluncuran Laporan Perkembangan Kinerja Pembiayaan UMKM Semester I Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Menurut Dian, UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional karena berperan menggerakkan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta menopang pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia menilai akses terhadap pembiayaan menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan produktivitas, memperluas kapasitas produksi, mengembangkan usaha, serta membantu pelaku UMKM menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan pasar.

Meski demikian, penguatan sektor UMKM tidak cukup hanya dengan memperluas akses permodalan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola usaha, akses pasar, digitalisasi, dan dukungan regulasi yang kondusif juga diperlukan agar UMKM mampu berkembang secara optimal.

“Memperluas pembiayaan UMKM bukanlah tujuan akhir. Tujuan yang sesungguhnya adalah menciptakan UMKM yang lebih produktif, lebih berdaya saing, lebih tangguh menghadapi perubahan, serta mampu memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Dian.

Dari sisi penyaluran, sektor perbankan masih mendominasi pembiayaan UMKM dengan pangsa mencapai 82,62 persen. Sementara itu, sektor perusahaan pembiayaan, modal ventura, lembaga keuangan mikro, dan lembaga jasa keuangan lainnya (PVML) mencatat pertumbuhan pembiayaan sebesar 9,92 persen dengan pangsa 17,3 persen.

Perkembangan tersebut memperlihatkan semakin beragamnya sumber pendanaan yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM sesuai kebutuhan, karakteristik, dan tahap perkembangan usaha masing-masing.

Diversifikasi sumber pembiayaan juga membuka peluang bagi industri jasa keuangan untuk memperluas dukungan kepada UMKM secara lebih terarah.

OJK Perkuat Kebijakan Berbasis Data

Untuk mendukung pengembangan sektor UMKM, OJK meningkatkan ketersediaan informasi yang menggambarkan kondisi pembiayaan secara lebih menyeluruh. Informasi tersebut mencakup pertumbuhan dan kualitas pembiayaan, karakteristik sektor ekonomi, persebaran wilayah, hingga kontribusi setiap sektor jasa keuangan.

Dian menegaskan, data yang berkualitas menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.

“Kebijakan yang baik harus dibangun di atas data yang baik. Karena itu, diperlukan basis informasi yang mampu menggambarkan perkembangan pembiayaan UMKM secara lebih utuh, baik dari aspek pertumbuhan, kualitas pembiayaan, karakteristik sektoral, maupun peran masing-masing sektor jasa keuangan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, OJK menerbitkan Laporan Perkembangan Kinerja Pembiayaan UMKM setiap semester. Publikasi ini ditujukan untuk memperkuat transparansi sekaligus menyediakan referensi bagi berbagai pihak dalam mengambil keputusan berdasarkan data.

Laporan tersebut menyajikan informasi pembiayaan UMKM secara terstruktur dan terperinci berdasarkan segmentasi usaha, sektor ekonomi, serta wilayah. OJK juga menyediakan publikasi semesteran, infografis bulanan, dan akses data yang lebih rinci melalui Portal Data OJK di data.ojk.go.id/SJKPublic.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, M. Riza Damanik, mengapresiasi langkah OJK dalam menghadirkan referensi pembiayaan UMKM yang lebih mutakhir dan mudah dipahami.

Menurut Riza, ketersediaan data berkualitas dapat membantu berbagai pihak memahami kondisi UMKM secara lebih baik sekaligus memperkuat kolaborasi untuk memperluas kesempatan usaha.

“Kami berharap publikasi ini dapat memperkaya referensi dan literasi mengenai UMKM serta memperluas kolaborasi dan kemitraan untuk mendorong semakin banyak UMKM yang maju,” kata Riza.

OJK berharap laporan tersebut dapat dimanfaatkan oleh regulator, kementerian dan lembaga pemerintah, industri jasa keuangan, akademisi, pelaku usaha, serta masyarakat luas.

Informasi yang disajikan diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan, strategi bisnis, dan program pengembangan UMKM yang lebih tepat sasaran.

Ke depan, OJK berkomitmen memperkuat kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem pembiayaan UMKM yang inklusif dan berkelanjutan.

Upaya tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai pembiayaan, tetapi juga pada kualitas dan efektivitas penyalurannya. Dengan demikian, UMKM diharapkan semakin produktif, kompetitif, dan mampu bertahan menghadapi perubahan, sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.(**)

Copyright 2025 Arungnews.com

Alamat: Jalan Batu Ceper II, No.5, Gambir, Jakarta Pusat

Telpon: PT Arung Samudra Multimedia, Telpon; 081366277488

E-Mail: admin@arungnews.com