Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley.
ARUNGNEWS.COM,MIMIKA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah merencanakan pembangunan fasilitas penyimpanan ikan dan udang berpendingin (cold storage) berskala besar di Pelabuhan Pomako, Kabupaten Mimika. Proyek yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada 2027 ini diharapkan mampu memperkuat sektor perikanan, mendorong ekspor, serta meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan visi dan misi Papua Tengah Terang, khususnya melalui pengembangan infrastruktur strategis dan penguatan ekonomi daerah.
Deinas mengungkapkan, dirinya telah meninjau langsung lokasi yang direncanakan menjadi tempat pembangunan gudang pendingin tersebut di Pelabuhan Pomako. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lapangan dan kesiapan lokasi proyek.
“Lokasinya dipusatkan di Pelabuhan Pomako, dan saya sendiri sudah meninjau langsung serta melihat kondisi lapangan serta kesiapan lokasi pembangunannya,” kata Deinas dalam rekaman audio yang disampaikan pada Kamis (15/10/2026).
Menurut Deinas, pembangunan cold storage menjadi kebutuhan penting bagi Papua Tengah yang memiliki potensi kelautan dan perikanan melimpah. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan hasil tangkapan nelayan agar lebih optimal sebelum dipasarkan ke berbagai wilayah maupun dikirim ke pasar ekspor.
Rencana pembangunan ini juga didorong oleh perkembangan perdagangan komoditas perikanan, terutama ikan dan udang, yang telah berjalan sejak 2025. Aktivitas ekspor tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, termasuk menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Deinas menyebutkan, pembangunan gudang pendingin itu akan mulai direalisasikan secara bertahap pada tahun depan.
“Tahun 2027 kita sudah mulai bangun gudangnya,” ujarnya.
Kehadiran fasilitas penyimpanan berpendingin di Pelabuhan Pomako diharapkan dapat memperpanjang masa simpan ikan dan udang, menjaga kualitas hasil perikanan, serta mendukung kelancaran distribusi dan kegiatan ekspor.
Dalam jangka panjang, proyek tersebut diharapkan menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak baru perekonomian Papua Tengah. Pengembangan infrastruktur ini juga diharapkan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi nelayan dan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.(**)