Rahman Usman, Tokoh Jambi
ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Tokoh Jambi, Rahman Usman, mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jambi mengambil langkah strategis untuk mengembangkan Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) sebagai kawasan industri dan maritim.
Menurut Rahman Usman, gagasan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui kajian yang matang dan terarah. Salah satu langkah awal yang disarankannya adalah menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Ia menilai, FGD tersebut penting untuk menghimpun pemikiran, masukan, serta kajian dari kalangan akademisi, asosiasi, dan organisasi profesi. Dengan demikian, rencana pengembangan kawasan industri dan maritim di dua kabupaten tersebut memiliki landasan perencanaan yang jelas.
"Seharusnya Kadin Provinsi Jambi membuat FGD terkait Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur untuk dijadikan kawasan industri dan maritim. Libatkan akademisi, asosiasi, dan kalangan profesi agar memiliki kajian yang terarah," ujar Rahman.
Ia menjelaskan, setelah kajian tersusun, langkah berikutnya adalah membangun kolaborasi dengan para pemilik lahan di wilayah yang direncanakan menjadi kawasan industri tersebut.
Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan adanya kesepahaman dan komitmen bersama dalam merealisasikan pembangunan kawasan industri dan maritim.
Rahman juga menekankan bahwa kepastian regulasi harus menjadi bagian penting dari persiapan. Menurutnya, rencana pengembangan kawasan perlu didukung komitmen para pihak serta perangkat aturan yang jelas sebelum ditawarkan kepada calon investor.
"Jika sudah ada kajian, tahap selanjutnya lakukan kolaborasi dengan pemilik lahan di kawasan tersebut. Apabila sudah ada komitmen bersama mengenai pembangunan kawasan industri dan dilengkapi regulasinya, barulah bisa dipasarkan kepada investor," jelasnya.
Rahman optimistis, apabila konsep pengembangan kawasan tersebut dipersiapkan secara serius, Jambi berpeluang menarik perhatian investor dari berbagai negara.
Ia menyebut sejumlah negara yang dinilai memiliki potensi ketertarikan untuk berinvestasi, di antaranya Singapura, China, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, negara-negara Eropa, hingga India.
Selain kesiapan kawasan dan regulasi, Rahman mengingatkan pentingnya melengkapi data dan informasi mengenai potensi sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), serta berbagai regulasi yang berlaku di Provinsi Jambi.
Ketersediaan data yang akurat dan komprehensif dinilai menjadi modal penting untuk meyakinkan calon investor sekaligus memberikan gambaran mengenai peluang usaha dan prospek pengembangan industri di daerah.
Ia berharap Kadin Provinsi Jambi dapat mengambil peran lebih aktif sebagai penggerak kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, pemilik lahan, dan berbagai elemen masyarakat.
Dengan perencanaan yang terukur, dukungan regulasi, serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, pengembangan Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur sebagai kawasan industri dan maritim diharapkan dapat menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan investasi di Provinsi Jambi.(**)