ARUNGNEWS.COM, JAMBI – Di tengah persaingan industri perbankan nasional yang semakin ketat, masyarakat dihadapkan pada pilihan dalam menentukan lembaga keuangan untuk menyimpan dana. Namun, keputusan tersebut tidak semata soal keamanan dan keuntungan pribadi, melainkan juga berkaitan dengan dampak ekonomi yang ditimbulkan.
Pengamat kebijakan publik dan pembangunan daerah, Martayadi Tajuddin, menyebutkan bahwa setiap dana yang disimpan di bank pada dasarnya akan kembali berputar ke masyarakat dalam bentuk pembiayaan usaha, kredit produktif, hingga investasi. Oleh karena itu, pilihan terhadap bank juga menjadi bagian dari arah dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Pertanyaan penting bukan hanya bank mana yang terbesar, tetapi ke mana manfaat ekonomi dari dana yang kita simpan akan kembali,” ujarnya.
Di Provinsi Jambi, Bank 9 Jambi memiliki peran strategis sebagai bank pembangunan daerah. Keberadaannya tidak hanya menyediakan layanan keuangan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperkuat pelaku usaha, serta memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.
Menurut Martayadi, menjadi nasabah bank daerah memiliki makna lebih luas daripada sekadar aktivitas perbankan. Hal itu merupakan bentuk kepercayaan terhadap institusi daerah yang berperan dalam menggerakkan roda ekonomi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kepercayaan publik tidak bisa hanya bertumpu pada sentimen kedaerahan. Bank daerah tetap dituntut untuk meningkatkan kualitas layanan, menerapkan tata kelola yang baik, serta menghadirkan inovasi digital yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern.
“Di era digital, bank daerah harus mampu memberikan layanan yang cepat, mudah, dan aman agar tetap menjadi pilihan utama,” katanya.
Ia juga menilai, jika kualitas layanan berjalan seiring dengan komitmen membangun daerah, maka bank daerah akan memiliki nilai tambah yang tidak dimiliki semua lembaga keuangan.
Masyarakat Jambi sendiri, lanjutnya, tentu menginginkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, peningkatan investasi, perkembangan UMKM, serta bertambahnya lapangan kerja. Hal tersebut membutuhkan ekosistem ekonomi yang kuat, termasuk keberadaan lembaga keuangan daerah yang sehat dan terpercaya.
Dengan demikian, memilih Bank 9 Jambi tidak hanya menjadi keputusan finansial, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah.
“Pembangunan daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dunia usaha, masyarakat, dan lembaga keuangan. Kemajuan daerah lahir dari sinergi semua pihak,” jelasnya.
Ia menambahkan, membangun daerah tidak selalu dimulai dari langkah besar, tetapi juga dari keputusan sederhana yang diambil masyarakat, termasuk dalam memilih lembaga perbankan.
“Ketika ekonomi daerah kuat, manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tutupnya.(**)
ARUNGNEWS.COM,JAMBI - Proses audit forensik atas insiden serangan siber yang menimpa Bank Jambi kini memasuki tahap akhi...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI - Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jambi memperkuat kerja s...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI – Gubernur Jambi, Al Haris, mendesak Bank Jambi untuk segera mempercepat pemulihan layanan mob...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI – Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi) dinilai memiliki peluang besar untuk memperluas s...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Peran bank daerah dinilai tidak hanya sebatas lembaga penyimpanan dana dan penyedia layanan transaks...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Bank Jambi dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu jaringan ekonomi terb...
ARUNGNEWS.COM- Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Agus Suhartono, melakukan kunjungan kerja ke Pelab...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Suasana akhir pekan di Kota Jambi terasa semakin semarak saat para riders Yamaha Grand Filano Jambi...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI-PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi memperkuat perannya dalam mendukung implementasi P...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi mematangkan persiapan peluncuran program Pemberdayaan Ekonomi da...