Penyerahan Dokumrn Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati kepada DPRD Merangin yang disampaikan pada Rapat Paripurna DPRD Merangin, Senin (30/3/2026).
ARUNGNEWS.COM,MERANGIN- Kinerja ekonomi Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi daerah ini tercatat mencapai 5,13 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5,11 persen maupun Provinsi Jambi yang berada di angka 4,93 persen.
Capaian tersebut terungkap dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang disampaikan pada Rapat Paripurna DPRD Merangin, Senin (30/3/2026).Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, menyebut pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan hasil konsistensi pelaksanaan program pembangunan di tengah keterbatasan fiskal daerah.
“Capaian ini mencerminkan penguatan fundamental ekonomi daerah yang ditopang sektor riil, sekaligus menunjukkan stabilitas dan produktivitas di berbagai sektor unggulan tetap terjaga,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Selama masa kepemimpinan Bupati M. Syukur, angka pertumbuhan 5,13 persen menempatkan Merangin sebagai salah satu daerah dengan performa ekonomi yang cukup menonjol di tingkat regional. Kondisi ini juga mencerminkan ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika global.
Dari sisi fiskal, Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar 104,64 persen atau sekitar Rp161,7 miliar. Capaian ini menunjukkan optimalisasi pengelolaan pendapatan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi sumber pendapatan serta perbaikan tata kelola keuangan.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penopang utama pertumbuhan. Pada 2025, sektor ini tumbuh signifikan sebesar 5,55 persen, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 2,77 persen.“Pertanian kembali menjadi sektor andalan. Ini menunjukkan arah kebijakan penguatan ekonomi berbasis kerakyatan berjalan efektif,” kata Khafidh.
Seiring dengan itu, kualitas hidup masyarakat juga mengalami peningkatan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Merangin naik menjadi 73,41 poin dari sebelumnya 72,65 poin pada 2024.Meski demikian, pemerintah daerah mencatat adanya perlambatan pada sektor akomodasi dan makan minum yang hanya tumbuh 3,24 persen, turun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 7,78 persen.
Secara keseluruhan, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp1,495 triliun atau 98,37 persen dari target yang ditetapkan.Khafidh menegaskan, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan gambaran nyata dari progres pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Merangin saat ini terus mendorong inovasi dalam pengelolaan potensi lokal, mulai dari sektor pertanian, perkebunan hingga perdagangan dan jasa, guna menjaga tren pertumbuhan ekonomi tetap positif.
Dengan hasil tersebut, Pemkab Merangin optimistis mampu mempertahankan kinerja ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.(**)