Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono

Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda Melalui Pramuka Cerdas Keuangan di Jambore Nasional XII 2026

Posted on 2026-08-19 07:31:15 dibaca 38 kali

ARUNGNEWS.COM,JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama para pemangku kepentingan terus mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda. Upaya tersebut diarahkan untuk membangun kemampuan mengelola keuangan secara bijak, membentuk perilaku finansial yang positif, sekaligus mempersiapkan kesejahteraan generasi mendatang.

Penguatan literasi keuangan itu diwujudkan melalui Program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Selasa (18/8/2026).Dalam Talkshow Leaders Insight Pramuka Cakap Keuangan, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, kecakapan mengelola keuangan perlu ditanamkan sejak usia muda melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Menurut Dicky, generasi muda harus dibekali kemampuan mengambil keputusan keuangan secara bijak agar tidak mudah terbawa tren maupun gaya hidup konsumtif.“Kunci masa depan yang kita bisa lakukan itu ada di cara kita mengelola keuangan. Mengelola keuangan itu artinya adalah jalan menuju bahagia,” kata Dicky.Ia menekankan, perilaku finansial yang sehat dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menabung, mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Talkshow tersebut turut menghadirkan Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen RI Prof. Atip Latipulhayat, serta Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo.

Anis Byarwati menilai kebiasaan mengelola keuangan perlu dibentuk sejak dini. Menurutnya, kebiasaan finansial yang baik tidak hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap perekonomian nasional.“Satu kebiasaan baik menabung sejak dini membangun karakter finansial untuk masa depan Indonesia,” ujar Anis.

Ia mendorong perubahan cara pandang terhadap aktivitas menabung. Menabung, kata Anis, tidak semata-mata dipandang sebagai aktivitas finansial, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan karakter keuangan seseorang.Sementara itu, Prof. Atip Latipulhayat mengatakan literasi keuangan menjadi salah satu fondasi dalam Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.“Literasi keuangan bukan hanya terkait menghitung uang, tetapi juga membentuk perilaku mampu menahan diri dari keinginan konsumtif. Anak yang mampu membentuk perilaku dalam mengendalikan tubuh dan emosinya lewat 7 kebiasaan ini akan lebih mudah mengendalikan keuangannya saat dewasa nanti,” kata Atip.

Dari sisi kepramukaan, Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo menyebut pembiasaan menabung dan mengelola keuangan secara bijak sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Dharma Pramuka.Ia merujuk pada Dasa Dharma ke-7 yang mengajarkan anggota Pramuka untuk menjadi pribadi yang hemat, cermat, dan bersahaja.“Urusan menabung ini ada kaitannya dengan Dasa Dharma ketujuh: hemat, cermat, dan bersahaja,” tutur Bachtiar.Menurutnya, pembiasaan menabung sejak usia muda juga dapat menjadi salah satu bekal dalam membentuk jiwa kewirausahaan pada masa mendatang.

Program LIKE IT 2026 tersebut dilaksanakan secara hybrid dan diikuti sekitar 3.500 anggota Pramuka Penggalang. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menabung, mengelola keuangan secara bijak, serta merencanakan kebutuhan dan tujuan keuangan sejak dini.

Kolaborasi antara OJK, Kemendikdasmen, dan Kwarnas Gerakan Pramuka melalui Leaders Insight menjadi bagian dari upaya bersama untuk mencetak anggota Pramuka yang kelak dapat menjadi pemimpin bangsa sekaligus agen perubahan melalui peran sebagai duta literasi keuangan.Upaya tersebut juga selaras dengan nilai-nilai kepramukaan yang mendorong generasi muda menjadi pribadi disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta mampu mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

Rangkaian edukasi keuangan dalam Jambore Nasional XII Tahun 2026 berlangsung pada 15–16 dan 18–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur. Kegiatan tersebut ditujukan bagi anggota Pramuka tingkat Penggalang berusia 11–15 tahun.Melalui rangkaian edukasi itu, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya menabung, pengelolaan keuangan secara bijak, pengenalan produk dan layanan jasa keuangan, serta pemahaman mengenai tugas dan fungsi OJK, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam ekosistem sektor keuangan.

Program Pramuka Cerdas Keuangan dilaksanakan OJK bersama Kementerian Keuangan, BI, dan LPS dengan menggandeng Kwarnas Gerakan Pramuka sebagai bagian dari LIKE IT 2026.Sinergi OJK dan Kwarnas Gerakan Pramuka dalam meningkatkan kecakapan keuangan telah berlangsung sejak 2023 melalui revisi Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Penabung dan SKK Cakap Keuangan. Penerapan kedua SKK tersebut menjadi salah satu langkah berkelanjutan untuk membekali anggota Pramuka dengan pengetahuan serta keterampilan dalam mengelola keuangan.Selain Leaders Insight, edukasi juga dilakukan melalui Tenda Kampung Finansial yang menerapkan sistem rotasi selama Jambore Nasional XII berlangsung.

Di lokasi tersebut, anggota Pramuka mendapatkan materi dari OJK, BI, Kementerian Keuangan, LPS, serta sejumlah pelaku industri jasa keuangan. Edukasi dikemas dalam berbagai kegiatan interaktif, seperti talkshow, permainan, kuis edukatif, dan booth edukasi keuangan.Konsep tersebut memungkinkan peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengenal produk dan layanan jasa keuangan secara lebih dekat serta memahami cara menggunakannya secara bijak sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya interaksi selama kegiatan berlangsung. Hingga rangkaian kegiatan berakhir, sekitar 7.500 anggota Pramuka atau peserta Jambore Nasional XII tercatat telah mengunjungi Tenda Kampung Finansial.Kegiatan tersebut diharapkan menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan sikap finansial yang positif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman atau experience-based learning.

Rangkaian Jambore Nasional XII juga diisi agenda “Pramuka Goes to Office ke Kantor OJK” yang berlangsung pada 18–20 Agustus 2026. Peserta terpilih mendapat kesempatan mengunjungi Kantor Pusat OJK dan mengikuti edukasi keuangan secara langsung.Melalui kegiatan tersebut, anggota Pramuka diperkenalkan lebih dekat dengan OJK, termasuk peran dan fungsinya sebagai regulator dan pengawas sektor jasa keuangan serta berbagai upaya dalam meningkatkan literasi keuangan dan pelindungan konsumen.

Seluruh rangkaian Pramuka Cerdas Keuangan dalam Jambore Nasional XII Tahun 2026 menjadi wujud sinergi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat literasi keuangan generasi muda secara berkelanjutan.Melalui program tersebut, anggota Pramuka diharapkan tumbuh sebagai generasi yang aktif, produktif, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.

Di sisi lain, mereka juga diharapkan memiliki kecakapan mengelola keuangan, membangun budaya menabung, serta mampu mengenali dan menggunakan produk dan layanan jasa keuangan secara tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan.(**)

Copyright 2025 Arungnews.com

Alamat: Jalan Batu Ceper II, No.5, Gambir, Jakarta Pusat

Telpon: PT Arung Samudra Multimedia, Telpon; 081366277488

E-Mail: admin@arungnews.com