Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel You
ARUNGNEWS.COM,NABIRE – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda seluruh kabupaten di Provinsi Papua Tengah. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 21 Agustus 2026, ratusan titik api terdeteksi di delapan kabupaten.
Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel You, mengatakan seluruh wilayah kabupaten di Papua Tengah terdampak karhutla. Kabupaten Nabire menjadi daerah dengan jumlah titik api terbanyak, yakni mencapai 279 titik.“Delapan kabupaten di Papua Tengah itu tidak ada yang absen,” ujar Emanuel kepada wartawan, Sabtu (22/8/2026).
Selain Nabire, titik api terpantau di sejumlah wilayah lainnya. Paniai tercatat 54 titik, Puncak 45 titik, Puncak Jaya tujuh titik, Dogiyai 72 titik, Deiyai 11 titik, dan Intan Jaya 44 titik. Sementara itu, Mimika tidak lagi mencatat titik api setelah sehari sebelumnya masih ditemukan enam titik.
Emanuel menegaskan, karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga mengancam sumber kehidupan masyarakat Papua Tengah yang sangat bergantung pada hutan dan lahan.“Lahan dan hutan yang terbakar itu sama saja membakar noken kehidupan manusia. Kita hidup bergantung kepada lahan dan bergantung kepada hutan,” katanya.
Merespons kondisi tersebut, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa memerintahkan Sekretaris Daerah Papua Tengah menggelar rapat emergensi untuk membahas langkah penanganan awal karhutla. Penanganan diprioritaskan, terutama di Nabire yang merupakan ibu kota Provinsi Papua Tengah.Pemprov Papua Tengah selanjutnya membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan melalui Surat Keputusan Gubernur Papua Tengah Nomor 100.3.3.1/144 Tahun 2026.
Dalam struktur satgas tersebut, Gubernur Meki Nawipa ditetapkan sebagai ketua. Satgas akan menjadi wadah koordinasi penanganan karhutla yang melibatkan pemerintah di delapan kabupaten.Sebagai langkah lanjutan, Meki Nawipa dijadwalkan memimpin rapat koordinasi melalui Zoom pada Minggu (23/8/2026).
Rapat tersebut akan diikuti para ketua satgas di masing-masing kabupaten yang dijabat oleh para bupati.Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap koordinasi lintas daerah tersebut dapat mempercepat penanganan karhutla sekaligus mencegah meluasnya kebakaran dan dampaknya terhadap masyarakat.(**)