ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Bank Jambi didorong memperkuat perannya dalam memperluas inklusi keuangan hingga ke pelosok daerah. Perluasan akses perbankan dinilai penting untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan keuangan yang aman, mudah, sekaligus mampu mendukung kegiatan ekonomi produktif.
Pengamat perbankan Laila Farhat, S.E., M.M., mengatakan Bank Jambi sebagai bank pembangunan daerah memiliki posisi strategis dalam mendorong pemerataan akses layanan keuangan sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di Provinsi Jambi.
Hal itu disampaikannya di Jambi, Kamis (11/9/2026).
Menurut Laila, perkembangan Bank Jambi seharusnya tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis. Kinerja perbankan juga perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bank Jambi harus tumbuh bersama masyarakat. Artinya, pertumbuhan bisnis bank harus berjalan seiring dengan semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, mudah dan produktif,” ujar Laila.
Ia menilai perluasan inklusi keuangan dapat menjadi salah satu fondasi dalam memperkuat perekonomian daerah. Akses terhadap layanan perbankan dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha, mengelola keuangan, serta memperoleh modal untuk kegiatan produktif.
Karena itu, kelompok masyarakat yang selama ini membutuhkan akses lebih luas, seperti pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), petani, nelayan, pekerja sektor informal, serta masyarakat yang tinggal jauh dari pusat perekonomian, dinilai perlu mendapat perhatian lebih besar.
Laila juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai konsumen produk perbankan, tetapi sebagai mitra dalam menggerakkan perekonomian daerah.
“Jangan sampai masyarakat hanya menjadi objek pasar perbankan. Mereka harus ditempatkan sebagai mitra ekonomi. Ketika UMKM mendapatkan akses pembiayaan dan pendampingan yang tepat, maka dampaknya bukan hanya kepada nasabah, tetapi juga terhadap penciptaan lapangan kerja dan perputaran ekonomi daerah,” katanya.
Akses Perbankan Harus Dibarengi Literasi
Menurut Laila, peningkatan inklusi keuangan tidak cukup hanya ditandai dengan bertambahnya jumlah rekening atau pengguna layanan perbankan.
Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat memahami cara menggunakan produk dan layanan keuangan secara tepat, bijak, serta produktif.
Karena itu, perluasan akses perbankan harus berjalan bersamaan dengan peningkatan literasi keuangan. Edukasi mengenai pengelolaan keuangan, penggunaan kredit secara sehat, keamanan transaksi digital hingga perlindungan konsumen menjadi bagian yang perlu diperkuat.
“Semakin masyarakat memahami produk dan layanan keuangan, semakin besar pula peluang layanan tersebut memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.
Digitalisasi Buka Peluang Perluasan Layanan
Laila juga melihat perkembangan layanan digital sebagai peluang bagi Bank Jambi untuk menjangkau masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses perbankan konvensional.
Melalui layanan digital, masyarakat dapat melakukan transaksi secara lebih cepat dan efisien tanpa harus selalu mendatangi kantor bank. Bagi warga yang tinggal jauh dari pusat kota, digitalisasi dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses layanan keuangan.
Namun, menurutnya, kemudahan transaksi digital harus diikuti dengan sistem keamanan yang memadai.
“Semakin digital layanan perbankan, semakin tinggi pula tuntutan terhadap keamanan. Kemudahan harus berjalan bersama perlindungan nasabah. Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bank yang harus dijaga,” tegasnya.
Sinergi dengan Pemerintah Daerah Perlu Diperkuat
Selain membenahi dan memperluas layanan, Laila mendorong Bank Jambi memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada pengembangan UMKM, pembiayaan sektor produktif, peningkatan literasi keuangan hingga pembangunan ekosistem ekonomi lokal yang lebih kuat.
Menurutnya, Bank Jambi memiliki keunggulan karena berada dekat dengan karakteristik ekonomi masyarakat Jambi. Pemahaman terhadap kondisi dan kebutuhan lokal tersebut dapat menjadi modal dalam merancang produk serta layanan perbankan yang lebih sesuai sasaran.
“Bank pembangunan daerah memiliki karakteristik yang berbeda dengan bank umum lainnya. Bank Jambi memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesehatan bisnis sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah,” katanya.
Laila menambahkan, keberhasilan Bank Jambi sebagai bank pembangunan daerah tidak semestinya hanya dilihat dari besarnya aset, laba ataupun pertumbuhan kredit.
Dampak keberadaan bank terhadap kehidupan ekonomi masyarakat juga perlu menjadi perhatian, termasuk sejauh mana masyarakat dapat mengakses layanan keuangan dan memanfaatkannya untuk kegiatan produktif.
“Bank Jambi jangan hanya tumbuh secara angka, tetapi harus tumbuh bersama masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses keuangan dan semakin produktif pemanfaatannya, maka semakin kuat pula kontribusi Bank Jambi terhadap perekonomian Provinsi Jambi,” pungkasnya.(**)
ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Bank Jambi mengingatkan seluruh nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penip...
ARUNGNEWS.COM, JAMBI-Pengelolaan pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) dinilai dapat menjadi peluang strategis bag...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Layanan Mobile Banking Bank Jambi kembali dapat digunakan nasabah mulai Selasa, 22 September 2026, s...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Tiga nasabah Bank Jambi berhasil membawa pulang hadiah dalam Undian Nasional Tabungan SIMPEDA Period...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI – Sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Jambi dinilai perlu terus diperkuat untuk mendoron...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI – Keberadaan Bank 9 Jambi dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga dan memperkuat keman...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Bank Jambi terus melakukan pembenahan terhadap layanan mobile banking pascainsiden siber yang terjad...
ARUNGNEWS.COM,JAKARTA-Industri perbankan nasional masih menunjukkan optimisme pada triwulan III 2026, meski ketidakpasti...
ARUNGNEWS COM,JAMBI- Yamaha NMAX selama ini menjadi salah satu skutik premium yang memiliki tempat tersendiri di hati ma...
ARUNGNEWS.COM,JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama sejumlah pemangku kepentingan mencanangkan Bulan Dana...