Anggota DPR Papua Tengah Tegaskan Pendakian ke Gunung Cartensz Harus Libatkan Masyarakat Adat

  •   News
  • Senin, 03/03/2025 - 19:32:23 - dibaca: 1696
Anggota DPR Papua Tengah, Peanus Uamang, S.HI
Anggota DPR Papua Tengah, Peanus Uamang, S.HI / foto : istimewa

MEEPAGO.COM-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPR PT), Peanus Uamang, S.HI yang berasal dari Fraksi Gabungan Papua Tengah Terang peristiwa meninggalnya kedua pendaki Gunung Cartensz  PT Tropik Cartensz Jaya atas nama Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti. Peristiwa itu tidak akan terjadi jika mereka melihat masyarakat adat selaku pemilik hak ulayat setempat.

“Kami melihat aktivitas pendakian Gunung Cartenz oleh PT Tropik tanpa sepengetahuan  masyarakat adat pemilik hak ulayat setempat. Sebab itu kita kaget dengan menyusul insiden tewasnya dua wisatawan dalam pendakian. Seharusnya keselamatan itu diutamakan jika perusahaan tersebut mau mendengarkan serta mengetahui masyarakat adat pemilik hak ulayat setempat,”tegas Peanus kepasa awak media, Senin (3/3/2025).

Menurutnya, gunung Cartenz itu merupakan wilayah sakral menurut masyarakat adat pemilik hak ulayat setempat lebih, khususnya marga-marga yang mendiami di bawah kaki di Lembah Tsinga dan memiliki hak adat atas wilayah tersebut. Masyarakat adat pemilik hak ulayat menurutnya, sudah tahu hal buruk yang akan terjadi. Maka siapapun yang tetap nekat membawa wisatawan asing dan karyawannya untuk mendaki, keselamatan itu penting.

“Saya menyampaikan bahwa kekuatan alam di Gunung Cartenz jauh lebih dahsyat daripada kemampuan manusia. Ini bukan tentang sakit atau kecelakaan biasa, tetapi tentang kekuatan alam yang tidak bisa diremehkan. Nyawa manusia bisa terancam jika kita tidak menghormati alam dan hukum adat masih berlaku. Apalagi kalau dua orang yang meninggal itu wanita. Karena menurut adat, perempuan yang pertama meninggal berarti sudah buka jalan besar-besaran untuk banyak sekali yang antri,” terangnya.

Jadi sambung Peanus, jika belum ada kesepakatan dengan masyarakat ada pemilik hak ulayat, PT Tropik diminta tidak boleh lagi membawa wisatawan atau melakukan pendakian di wilayah tersebut.

Ia menambahkan wilayah masyarakat ada termasuk Lembah Tsinga, adalah daerah yang sangat sakral dan memiliki nilai spiritual tinggi bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, setiap aktivitas di wilayah tersebut harus dilakukan dengan penuh keselamatan kerja dan penghormatan terhadap adat istiadat dan masyarakat adat pemilik Hak ulayat setempat.  

“Kami perwakilan rakyat juga tidak ingin ada korban jiwa lagi ke depan,” ujar polisi partai PAN ini.

Dengan sikap tegas dia berharap PT Tropik dan perusahaan lain dapat lebih menghormati hak-hak masyarakat adat pemilik hak ulayat setempat, dan mengutamakan keselamatan serta keamanan dalam kegiatan yang dilakukan di wilayah adat masyarakat setempat. (***)

 




Berita Terkait

Penyusunan RAP 2026 Papua Barat Daya Tercepat di Tanah Papua, Masuk 10 Besar Nasional

ARUNGNEWS.COM,SORONG:Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mencatat capaian positif dalam penyusunan Rancangan Anggaran P...

Siapa yang Berhak Atas Hasil Tambang PT Freeport?

Oleh : Firmansyah, SH., MH, Pendiri Yayasan Keadilan Hukum (YAKEHU) Papua Tengah PERTANYAAN ini selalu muncul di benak ...

Papua Tengah Gelar Turnamen Voli Gubernur Cup I, Ajang Perdana Bangun Semangat Persatuan

ARUNGNEWS.OM,PAPUATENGAH-Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi menggelar Turnamen Bola Voli Gubernur Cup I Tahun 2025. ...

Pemprov Papua Tengah Segera Perbaiki Jembatan Kali Harapan Nabire yang Jebol

ARUNGNEWS.COM,PAPUATENGAH-Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan segera memperbaiki Jembatan Kali Harapan yang berlokasi ...

Pelantikan KADIN Papua Tengah dan 8 Kabupaten Siap Digelar di Timika

ARUNGNEWS. COM, PAPUATENGAH-Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Papua Tengah bersiap melaksanakan pelantikan pengurus prov...

Pemprov Maluku Utara Tegaskan Status Tiga Pulau, Warga Diminta Tetap Tenang

ARUNGNEWS.COM,MALUT-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara menyesalkan insiden pembakaran rumah di Pulau Sain, Kabup...

Jenazah Pendaki Cartenz Pyramid Diterbangkan dari Mimika ke Jakarta

MEEPAGO.COM - Dua pendaki yang meninggal di Gunung Cartenz Pyramid, Papua, siap diterbangkan ke Jakarta siang ini, Senin...

Cucu Pahlawan Nasional jadi Kapolda Papua Tengah

MEEPAGO.COM-Barangkali belum diketahui banyak orang. Alfred Papare adalah Kapolda Papua Tengah sejak 11 November 20...

Alami Hipotermia Dua Pendaki Gunung Puncak Cartensz Pyramid Meninggal Dunia

MEEPAGO.COM-Dua orang perempuan meninggal dunia dalam pendakian ke gunung Puncak Cartensz Pyramid di Provinsi Papua Teng...

Sekilas Info Provinsi Papua Tengah

MEEEPAGO.COM-Papua Tengah adalah sebuah provinsi di Indonesia bagian timur yang telah dimekarkan dari provinsi Papua pad...