Himpun Masukan Daerah untuk Penyusunan RUU Ketenagakerjaan

Komisi IX DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik ke Provinsi Jambi
Komisi IX DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik ke Provinsi Jambi

ARUNGNEWS.COM,JAMBI - Komisi IX DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik ke Provinsi Jambi dalam rangka menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Ketenagakerjaan. Kegiatan yang berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa (2/6/2026), menjadi forum strategis untuk menjaring aspirasi daerah sebagai bahan penyempurnaan regulasi ketenagakerjaan nasional.

Kunjungan kerja yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini, tersebut dihadiri oleh anggota Komisi IX DPR RI, Pemerintah Provinsi Jambi, instansi vertikal, organisasi pekerja, dunia usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan yang berkaitan dengan sektor ketenagakerjaan dan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat BPJS Ketenagakerjaan pusat, yakni Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat, Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Abdurrakhman Lahabato, serta Deputi Sekretariat Badan BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja.

Selain itu, hadir pula sejumlah pejabat dari Kementerian Ketenagakerjaan RI, di antaranya Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Estiarty Haryani, Penguji K3 Ahli Madya Waluyo, Perencana Ahli Muda Anton Hardianto, Analis SDM Aparatur Ahli Madya Yulius, serta Koordinator Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (PVP) Jambi Anton Hilman.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi, Hendra Elvian, mengatakan bahwa kunjungan kerja spesifik ini menjadi momentum penting bagi Komisi IX DPR RI untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Jambi, termasuk berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi dunia kerja saat ini. "Melalui forum ini, Komisi IX DPR RI dapat memperoleh masukan secara langsung dari daerah terkait perlindungan tenaga kerja, hubungan industrial, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, hingga optimalisasi penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan," ujarnya.

Menurut Hendra, Provinsi Jambi memiliki karakteristik ketenagakerjaan yang cukup beragam karena didukung oleh sektor-sektor unggulan seperti perkebunan, pertanian, perdagangan, pertambangan, dan industri pengolahan. Kondisi tersebut menjadikan Jambi memiliki berbagai isu strategis yang relevan untuk menjadi bahan masukan dalam penyusunan regulasi ketenagakerjaan nasional.

Berbagai aspirasi yang disampaikan dalam forum tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi DPR RI dalam merumuskan kebijakan yang mampu memberikan perlindungan lebih baik bagi pekerja sekaligus menciptakan iklim usaha yang sehat dan produktif.

Selain membahas aspek perlindungan tenaga kerja, diskusi juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi, penguatan kompetensi tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta perluasan cakupan kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja formal maupun informal.

Hendra menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, pekerja, dan BPJS Ketenagakerjaan sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan dan mampu menjawab tantangan perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Melalui kunjungan kerja spesifik ini, Komisi IX DPR RI berharap dapat memperoleh masukan yang komprehensif dari daerah sehingga RUU Ketenagakerjaan yang sedang disusun mampu memberikan kepastian hukum, meningkatkan perlindungan pekerja, memperkuat daya saing tenaga kerja nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kunjungan kerja tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen DPR RI untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang disusun tidak hanya berorientasi pada kepentingan nasional, tetapi juga mempertimbangkan kondisi riil, kebutuhan, dan aspirasi masyarakat di daerah, termasuk Provinsi Jambi. (*)




Berita Terkait

Program Kartu Bahagia Perluas Perlindungan hingga 15.740 Pekerja di Kota Jambi

ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Pemerintah Kota Jambi terus memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan mel...

Himpun Masukan Daerah untuk Penyusunan RUU Ketenagakerjaan

ARUNGNEWS.COM,JAMBI - Komisi IX DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik ke Provinsi Jambi dalam rangka menghim...

Sinergi Pemprov Jambi–BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Sosial

ARUNGNEWS.COM,JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi bersama BPJS Ketenagakerjaan memperkuat sinergi dalam memperluas perlind...

BPJS Ketenagakerjaan dan BPVP Jambi Perkuat Kerja Sama Peningkatan Kompetensi dan Perlindungan Pekerja

ARUNGNEWS.COM,JAMBI-BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi menjalin kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivita...

Bank Jambi Salurkan 42 Sapi dan 5 Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H

ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Bank Jambi kembali melaksanakan ke...

Satgas PASTI Hentikan 953 Entitas Pinjol dan Investasi Ilegal, Dana Korban Rp585,4 Miliar Berhasil Diblokir

ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) terus menggencarkan upaya ...

OJK Pastikan Fundamental Perbankan Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global

ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kondisi fundamental dan kinerja intermediasi perbankan...

Bank Jambi dan Bank BJB Perkuat Sinergi Pembiayaan Lewat Skema Joint Financing

ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Bank Jambi bersama Bank BJB memperkuat sinergi pembiayaan melalui skema joint financing (JF) g...

Bank Jambi Buka Layanan Terbatas 16 Mei 2026, Layani Penggantian Kartu ATM dan Ubah PIN

ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Bank Jambi mengumumkan akan membuka layanan operasional terbatas pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kebi...

Pengamat Nilai Sistem Monitoring Kredit Bank Jambi Tergolong Baik di Tengah Ekspansi Berbasis Risiko

ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap kualitas pembiayaan perbankan daerah, ekspansi ...