ARUNGNEWS.COM,PAPUATENGAH-Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyiapkan strategi jangka panjang untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) melalui pembangunan tujuh asrama pelajar yang tersebar di tujuh kabupaten.
Program tersebut diarahkan sebagai bagian dari investasi pendidikan untuk menyiapkan generasi muda Papua Tengah menghadapi kebutuhan pembangunan daerah dalam 20 tahun mendatang.
Pembangunan tujuh asrama itu dilaksanakan secara bertahap dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.
Pada tahap pertama, APBD Induk 2026 dialokasikan untuk pembangunan empat asrama di Kabupaten Paniai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya.
Sedangkan tiga asrama lainnya yang berada di Kabupaten Dogiyai, Deiyai, dan Nabire dianggarkan melalui APBD Perubahan 2026.
Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel You, menegaskan pembangunan asrama tidak hanya ditujukan untuk menyediakan tempat tinggal bagi pelajar. Fasilitas tersebut juga dirancang sebagai bagian dari upaya memperkuat akses pendidikan, kesehatan, gizi, sekaligus pembentukan karakter peserta didik.
"Anak-anak dari daerah terpencil kini memiliki kepastian akses untuk melanjutkan pendidikan. Di asrama, jaminan gizi dan kesehatan mereka lebih terpelihara, sekaligus menghindarkan mereka dari potensi pengaruh lingkungan yang negatif. Ini juga menjadi wadah pembentukan karakter dan perekat hubungan emosional antarpenghuni," ujar Emanuel dalam keterangan resminya, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung lahirnya generasi muda Papua Tengah yang memiliki kompetensi dan mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah.
Pemerintah provinsi optimistis pembangunan asrama pelajar dapat menjadi salah satu fondasi pengembangan SDM secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga dua dekade mendatang.
Sebelumnya, Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPR Papua Tengah atas sinergi dalam pembahasan hingga disetujuinya Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) tentang Perubahan APBD 2026 dalam rapat paripurna penutupan.
Emanuel menambahkan, pembangunan Papua Tengah membutuhkan proses yang berkelanjutan dan kolaborasi seluruh pihak. Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara instan, sehingga berbagai perspektif perlu dikelola menjadi kekuatan bersama.
"Proses pembangunan daerah tidak dapat terwujud secara instan. Keanekaragaman perspektif yang ada harus kita kelola menjadi kekuatan bersama untuk meletakkan pondasi pembangunan Papua Tengah yang lebih kokoh di masa depan," pungkasnya.(**)
ARUNGNEWS.COM,PAPUATENGAH-Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyiapkan strategi jangka panjang untuk memperkuat sumber da...
ARUNGNEWS.COM,PAPUATENGAH-Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama DPR Papua Tengah menyepakati perubahan Anggaran Penda...
ARUNGNEWS.COM,PAPUATENGAH-Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Fork...
ARUNGNEWS.COM,NABIRE-Pemerintah Provinsi Papua Tengah mempercepat pembangunan kompleks pusat perkantoran pemerintahan di...
ARUNGNEWS.COM,TIMIKA-Produk kerajinan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Mimika, Papua Tengah, kini memili...
ARUNGNEWS.COM, DOGIYAI – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, S.H., bersama rombongan tiba di Kabupaten Dogiyai, Sen...
ARUNGNEWS.COM, JAMBI – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi turut ambil bagian dalam peringatan Hari ...
ARUNGNEWS.COM,MUAROJAMBI – Persoalan aktivitas angkutan batu bara di kawasan KM 32, Desa Tanjung Pauh, Kecamatan M...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mendorong generasi muda untuk memanfaatkan...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Manajemen RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi memberikan klarifikasi sekaligus hak jawab atas pember...