Gubernur Maluku Utara Sherly Laos
ARUNGNEWS.COM,MALUT- Pemerintah Provinsi Maluku Utara berencana meluncurkan program SMA Terbuka pada Juli 2026 sebagai upaya memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan menengah atas di wilayah kepulauan.
Program ini digagas sebagai respons atas masih tingginya angka anak tidak sekolah (ATS) di Maluku Utara.
Berdasarkan data terbaru, angka partisipasi murni (APM) pendidikan tingkat SMA di daerah tersebut baru mencapai sekitar 61 persen. Selain itu, sekitar 27 persen lulusan SMP tercatat tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, mengatakan persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan pemerintah daerah.
“Tidak boleh ada anak Maluku Utara yang putus sekolah hanya karena keterbatasan akses,” ujar Sherly, Rabu (11/2/2026).
Ia menegaskan, program SMA Terbuka dirancang untuk menjangkau pulau-pulau yang hingga kini belum memiliki satuan pendidikan tingkat SMA. Dari total 26 pulau yang belum tersedia SMA, tahap awal pelaksanaan akan difokuskan di Kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera Utara, dan Pulau Morotai, dengan target 16 pulau sebagai lokasi implementasi perdana.
Dalam skema pelaksanaannya, peserta didik akan terdaftar secara resmi pada SMA induk yang telah terakreditasi A. Proses pembelajaran menggunakan sistem modul, dengan kehadiran guru minimal satu kali dalam sepekan.
Untuk mendukung efisiensi, kegiatan belajar mengajar akan memanfaatkan gedung SMP yang sudah ada di masing-masing wilayah. Meski berstatus SMA Terbuka, para siswa tetap mengikuti kurikulum yang berlaku dan berhak mengikuti ujian nasional sebagaimana sekolah reguler.
Pemerintah provinsi berharap kehadiran program ini dapat menekan angka putus sekolah serta meningkatkan akses pendidikan menengah di daerah-daerah terpencil Maluku Utara.(**)