Ketua DPRD Kabupaten Muaro Jambi, H. Aidi Hatta
ARUNGNEWS.COM,MUAROJAMBI – Kondisi ruas jalan Tanjung Pauh KM 32 hingga KM 39, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, kembali menjadi sorotan menyusul tingginya angka kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut.
Ketua DPRD Kabupaten Muaro Jambi, H. Aidi Hatta, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan yang cukup parah serta tingginya mobilitas kendaraan menjadi faktor utama meningkatnya risiko kecelakaan.
“Mobilitas kendaraan di jalur ini sangat tinggi, terutama angkutan batu bara, sawit, dan CPO yang melintas setiap hari. Hal ini berdampak langsung pada kondisi jalan yang semakin rusak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, panjang jalan kabupaten di Muaro Jambi mencapai lebih dari 1.120 kilometer yang tersebar di berbagai wilayah.
Dengan kondisi tersebut, perbaikan jalan membutuhkan anggaran besar dan penanganan bertahap.
Selain faktor kerusakan jalan dan kepadatan lalu lintas, Aidi menilai rendahnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta banyaknya pengemudi yang minim pengalaman turut memperbesar potensi kecelakaan.
“Faktor kecelakaan bukan hanya karena jalan rusak, tetapi juga disiplin berlalu lintas yang masih rendah dan pengemudi yang belum berpengalaman,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi untuk menangani ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi. Sementara untuk jalan kabupaten, perbaikan tetap diupayakan meski terbatas anggaran akibat kebijakan efisiensi.
Sebagai langkah sementara, pemerintah daerah menerapkan program perbaikan jalan sesuai kemampuan keuangan. Selain itu, dukungan dari perusahaan yang aktivitasnya berdampak terhadap kerusakan jalan juga terus diupayakan.
Aidi menyebut, ruas Tanjung Pauh KM 32 hingga KM 39 menjadi perhatian khusus karena tingginya aktivitas kendaraan di jalur tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini lebih dari 50 persen kondisi jalan kabupaten di Muaro Jambi mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan.
Permasalahan lain yang dikeluhkan masyarakat adalah minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik. Menurutnya, pemasangan lampu jalan dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran.
“Beberapa wilayah seperti Sungai Gelam dan Kumpeh sudah mendapatkan penerangan. Untuk titik lain akan terus kami koordinasikan dengan Dinas Perhubungan,” jelasnya.
Aidi menegaskan bahwa perbaikan jalan menjadi prioritas pemerintah daerah, mengingat tingginya angka kecelakaan dalam beberapa waktu terakhir. Ia mengungkapkan, dalam kurun dua hari terjadi dua kecelakaan fatal yang menelan korban jiwa.
“Satu keluarga di Kecamatan Sekernan meninggal dunia, kemudian di Senau seorang pemuda berusia 26 tahun juga meninggal akibat kecelakaan. Hampir setiap minggu ada kejadian serupa,” ungkapnya.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk meningkatkan keselamatan di jalan.
Di akhir keterangannya, Aidi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Kurangi kecepatan di kawasan permukiman dan tetap patuhi rambu lalu lintas,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan banyak kendaraan lintas provinsi melintas di jalur Muaro Jambi, dengan kondisi pengemudi yang berpotensi kelelahan akibat perjalanan panjang.
“Semua pengguna jalan, baik pengendara maupun pejalan kaki, harus meningkatkan kewaspadaan. Dengan disiplin bersama, kita harapkan angka kecelakaan dapat ditekan,” pungkasnya.(**)