ARUNGNEWS.COM,PAPUATENGAH- Pemerintah Provinsi Papua Tengah mempercepat pelaksanaan Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas pendidikan. Fokus utama diarahkan pada penguatan infrastruktur sekolah dan kesiapan tenaga pendidik.
Komitmen tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, saat membuka Seminar Pelaksanaan Sekolah Sepanjang Hari Tahun 2026 di kompleks Bandara Lama Nabire, Senin (20/7/2026). Kegiatan itu digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah dan mewakili Gubernur Meki Nawipa.
Silwanus menegaskan, program sekolah seharian tidak sekadar menambah durasi belajar, tetapi menjadi bagian dari strategi pembentukan karakter, pengembangan potensi siswa, serta peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.
“Ini bukan hanya soal waktu belajar, tetapi bagaimana sekolah mampu membentuk karakter, keterampilan, dan daya saing peserta didik,” ujarnya.
Ia menekankan, keberhasilan program SSH sangat bergantung pada dukungan sarana dan prasarana yang memadai, tenaga pendidik yang profesional, serta metode pembelajaran yang inovatif. Lingkungan belajar yang aman dan nyaman juga dinilai menjadi faktor penting dalam mencetak lulusan berkualitas.
Program ini selaras dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.
Dalam kesempatan itu, Silwanus juga mendorong pemerintah daerah untuk mulai Tahun Anggaran 2027 mengalokasikan minimal 30 persen Dana Otonomi Khusus (Otsus) ke sektor pendidikan. Anggaran tersebut diharapkan dapat menunjang pemenuhan Standar Nasional Pendidikan sekaligus mendukung operasional program SSH.
Selain itu, ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor. Dinas PUPR diminta mempercepat pembangunan fasilitas pendidikan, Dinas Kominfo memastikan akses internet, sedangkan PT PLN diharapkan menjamin ketersediaan listrik hingga ke wilayah terpencil.
“Program ini harus menjangkau seluruh wilayah Papua Tengah, termasuk daerah pedalaman,” tegasnya.
Untuk pemerataan layanan pendidikan, Dinas Pendidikan bersama BKPSDM diminta segera melakukan pemetaan dan redistribusi tenaga pendidik sesuai kebutuhan di setiap sekolah.
Silwanus berharap seminar tersebut menghasilkan langkah operasional dan rekomendasi strategis guna memperkuat implementasi program sekolah sepanjang hari. Dengan demikian, mutu pendidikan di Papua Tengah diharapkan terus meningkat dan akses belajar yang merata bagi seluruh anak dapat terwujud.(**)
ARUNGNEWS.COM, DOGIYAI – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, S.H., bersama rombongan tiba di Kabupaten Dogiyai, Sen...
ARUNGNEWS.COM,TIMIKA- Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengusulkan tujuh dari 19 objek yang telah ditetapkan s...
ARUNGNEWS.COM,PAPUATENGAH-Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD)...
ARUNGNEWS.COM,NABIRE- Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyiapkan anggaran sebesar Rp56 miliar untuk mendukung pembangun...
ARUNGNEWS.COM,NABIRE – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri m...
ARUNGNEWS.COM,NABIRE-Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa meminta delapan pemerintah kabupaten di wilayah Papua Tenga...
ARUNGNEWS.COM,MALUT- Pemerintah Provinsi Maluku Utara menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan jaminan sosi...
ARUNGNEWS.COM, JAMBI – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Siginjai resmi mengajukan banding administratif kepada Gubernur...
ARUNGNEWS.COM,PAPUATENGAH- Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Biro Hukum Sekretariat Daerah menggelar forum p...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Kegembiraan terpancar dari wajah Aljefri Mardian saat menerima hadiah utama berupa satu unit sepeda...