Kanwil BPN Papua Tengah Belum Terbentuk, Butuh Dukungan Pemda dan Pusat

  •   Pemerintahan
  • Kamis, 08/05/2025 - 22:36:18 - dibaca: 1312
Kepala Kanwil BPN Provinsi Papua, Roy Wayoi. foto : istimewa
Kepala Kanwil BPN Provinsi Papua, Roy Wayoi. foto : istimewa

MEEPAGO.COM-Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Papua Tengah hingga kini belum terbentuk. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kanwil BPN Provinsi Papua, Roy Wayoi, usai menghadiri kegiatan di Hotel Horison Diana, Rabu (7/5).

Menurut Roy, pembentukan Kanwil BPN Papua Tengah masih terkendala sejumlah hal, seperti belum tersedianya sarana-prasarana, sumber daya manusia (SDM), serta belum adanya persetujuan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN (ATR/BPN). Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

“Saat ini Kanwil BPN Provinsi Papua masih membawahi empat wilayah, yaitu Papua, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah,” ujarnya.

Roy mengungkapkan, pihaknya telah menyampaikan kebutuhan pembentukan Kanwil Papua Tengah kepada Komisi II DPR RI saat kunjungan kerja ke Kabupaten Mimika. Namun, pembahasan lebih lanjut masih menunggu agenda berikutnya di tingkat pusat.

Dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah, saat ini baru empat yang memiliki Kantor BPN, yaitu Kabupaten Mimika, Nabire, Puncak Jaya, dan Paniai. Sementara itu, empat kabupaten lainnya—Intan Jaya, Dogiyai, Deiyai, dan Puncak—masih belum memiliki kantor pertanahan.

“Empat kabupaten ini memang harus segera dibuka kantor BPN-nya. Tapi tentu itu membutuhkan sinergi dengan pemerintah daerah dan DPRK masing-masing,” kata Roy.

Ia menambahkan, keberadaan kantor BPN di tingkat kabupaten sangat penting untuk mempercepat dan mempermudah layanan pertanahan bagi masyarakat. “Tujuan utamanya adalah memperpendek jarak layanan dan meningkatkan efisiensi pelayanan publik,” tutupnya. (***)

 




Berita Terkait

TNI Evakuasi 18 Karyawan Freeport dari Ancaman OPM di Papua Tengah

ARUNGNEWS,PAPUATENGAH- Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil mengevakuasi 18 karyawan PT Freeport Indonesia yan...

Simon Gobai Tunjuk YAKEHU Dampingi Sengketa PAW DPR Papua Tengah

ARUNGNEWS.COM,PAPUATENGAH- Anggota DPR Provinsi Papua Tengah dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Simon Gobai, menyikap...

Tiga Bulan Kepemimpinan MDF–AR, Program Mudik Gratis Nataru Terbukti Ringankan Beban Warga Papua

ARUNGNEWS.COM,PAPUA- MMatMemasuki tiga bulan masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Mathius D Fakhiri ...

Nawipa Minta 10 Persen Dana Freeport Dialokasikan untuk Pendidikan Tanah Papua

ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Gubernur Papua Tengah sekaligus Ketua Asosiasi Gubernur se-Tanah Papua, Meki Nawipa, meminta agar 1...

Monopoli Sriwijaya Air di Nabire Dikeluhkan, Warga Papua Tengah Butuh Alternatif Penerbangan

ARUNGNEWS.COM,PAPUATENGAH- Sejak Bandara Douw Aturure di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, beroperasi penuh pada ...

Siapa yang Berhak Atas Hasil Tambang PT Freeport?

Oleh : Firmansyah, SH., MH, Pendiri Yayasan Keadilan Hukum (YAKEHU) Papua Tengah PERTANYAAN ini selalu muncul di benak ...

Pemprov Papua Tengah Siapkan Subsidi Transportasi dan Infrastruktur Penunjang

MEEPAGO.COM-Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk menyiapkan subsidi transportasi dan membangun ...

Gubernur Papua Tengah Buka Musrenbangda RKPD Tahun 2026

MEEPAGO.COM-Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenba...

Penderita HIV-AIDS di Papua Tengah Didominasi Perempuan, dr. Agus: Karena Laki-Laki Enggan Lakukan Pemeriksaan

MEEPAGO.COM-Berdasarkan data kumulatif sejak tahun 1998 hingga Desember 2024, jumlah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Pap...

Papua Tengah Minta DPR RI Dorong Pembangunan Kantor Gubernur

MEEPAGO.COM-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah meminta  Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ikut mendorong per...