ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Dugaan peredaran beras berkutu di salah satu gerai ritel modern MM Mitra memicu kehebohan di media sosial dan menuai kecaman luas dari masyarakat. Publik mempertanyakan komitmen ritel tersebut dalam menjaga kualitas pangan, sekaligus menyoroti peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta instansi terkait yang dinilai lalai dalam melakukan pengawasan.
Kasus ini mencuat setelah seorang konsumen berinisial AM (32) mengunggah video dan foto beras berkutu yang dibelinya di salah satu gerai MM Mitra kawasan Selincah, Kota Jambi, pada Rabu (7/1/2026).
Dalam unggahan yang viral tersebut, tampak jelas kutu hidup bergerak di antara butiran beras di dalam kemasan beras Raja Ultima Premium ukuran 5 kilogram.
AM menegaskan beras tersebut baru dibeli, masih dalam kondisi tersegel, dan belum pernah dibuka sebelumnya. Temuan itu membuatnya merasa sangat dirugikan sebagai konsumen karena produk pangan yang seharusnya aman justru diduga tidak layak konsumsi. “Ini beras baru dibeli, bukan beras lama di rumah. Masih tersegel, tapi sudah berkutu. Sangat mengecewakan,” ujarnya.
Viralnya temuan ini memicu reaksi keras warganet. Banyak yang mempertanyakan standar penyimpanan dan pengendalian mutu pangan di ritel modern, yang selama ini dianggap lebih aman dibandingkan pasar tradisional. Tidak sedikit pula yang menilai kasus tersebut sebagai indikasi lemahnya pengawasan pangan, baik di tingkat distributor maupun di gerai penjualan.
Sorotan tajam juga diarahkan kepada BPOM dan dinas yang membidangi pengawasan pangan. Warganet mendesak agar pengawasan tidak hanya bersifat administratif, melainkan dilakukan secara nyata melalui inspeksi rutin dan penindakan tegas. “Kalau di ritel besar saja bisa lolos beras berkutu, lalu bagaimana dengan tempat lain? Di mana pengawasan BPOM?” tulis salah satu komentar yang ramai dibagikan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak MM Mitra belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan penjualan beras berkutu tersebut. Belum ada pula penjelasan terbuka dari BPOM atau instansi terkait mengenai langkah pengawasan dan tindak lanjut atas temuan yang telah menjadi perhatian publik itu.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi sistem pengawasan pangan. Menyangkut kebutuhan pokok dan kesehatan masyarakat luas, publik kini menunggu sikap tegas dari pihak berwenang untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang dan kepercayaan konsumen tidak semakin runtuh.(ros)
ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Suasana berbuka puasa di kawasan Thehok, Kota Jambi, terasa lebih hangat dengan kehadiran beragam h...
Oleh : Nazli SATU tahun pertama pemerintahan selalu menjadi momentum simbolik. Ia sering dipenuhi rilis capaian, grafik...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Sejumlah persoalan tata kelola pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi kembali me...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Sidang lanjutan kasus sengketa lahan yang melibatkan Thawaf Aly, seorang aktivis petani, kembali dig...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Usaha kuliner Sate Padang Eddy Mayang kembali menyapa para pencinta kuliner di Kota Jambi melalui ag...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Perwakilan Media Online Serasah bersama Arungnews menggelar audiensi dengan Komisi III DPRD Kota Ja...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pa...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Aksi mogok kerja petugas kebersihan Kota Jambi tidak hanya dipicu oleh mandeknya kenaikan upah selam...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Persoalan sampah di Kota Jambi kian memprihatinkan. Dampak mogok kerja petugas kebersihan menyebabk...
ARUNGNEWS.COM,MALUT- Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama PT PLN (Persero) menegaskan komitmen untuk menuntaskan pem...