Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi

Firmansyah, SH.MH
Firmansyah, SH.MH

Oleh: Firmansyah, SH, MH
Praktisi Hukum dan Pendiri LBH YAHEHU Papua


MENGAJUKAN gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) tidak dapat dilakukan secara serta-merta hanya dengan berbekal somasi. Dalam praktik hukum administrasi, terdapat tahapan yang wajib dilalui oleh setiap pihak yang merasa dirugikan akibat keputusan atau tindakan pejabat tata usaha negara.

Masyarakat atau individu yang dirugikan secara langsung oleh keputusan pejabat TUN tidak dapat langsung membawa perkara ke PTUN tanpa terlebih dahulu menempuh upaya administratif. Tahapan ini bersifat wajib secara formil dan menjadi prasyarat sebelum gugatan diajukan ke pengadilan.

Sebagai contoh, dalam kasus Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD, seorang calon yang merasa dirugikan oleh keputusan gubernur tidak bisa langsung menggugat ke PTUN hanya dengan menyampaikan somasi atau surat keberatan biasa. Langkah tersebut tidak memenuhi ketentuan hukum administrasi yang berlaku.

Hal ini sejalan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, yang mengatur bahwa setiap sengketa administrasi harus diawali dengan upaya administratif berupa keberatan dan banding administratif. Kedua tahapan tersebut merupakan mekanisme resmi yang harus ditempuh sebelum mengajukan gugatan ke PTUN.

Somasi sendiri tidak dapat disamakan dengan upaya administratif. Secara hukum, somasi lebih dikenal dalam ranah perdata, khususnya terkait wanprestasi atau pelanggaran perjanjian. Sementara itu, sengketa yang berkaitan dengan keputusan tata usaha negara memiliki mekanisme tersendiri yang diatur secara khusus dalam hukum administrasi.

Oleh karena itu, pihak yang dirugikan wajib terlebih dahulu mengajukan surat keberatan kepada pejabat tata usaha negara yang mengeluarkan keputusan tersebut, dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Jika keberatan tersebut tidak mendapatkan penyelesaian yang memuaskan, barulah dapat dilanjutkan ke tahap banding administratif sebelum akhirnya diajukan ke PTUN.

Selain itu, perlu dipahami bahwa tidak semua sengketa yang berkaitan dengan PAW merupakan ranah hukum administrasi. Dalam banyak kasus, sengketa PAW justru berakar pada konflik internal partai politik, seperti yang kerap terjadi di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), di mana muncul perselisihan antar calon legislatif maupun antara calon dengan pengurus partai. Jika substansi masalahnya adalah sengketa internal atau perbuatan melawan hukum oleh pengurus partai, maka jalur hukum yang tepat adalah gugatan perdata ke Pengadilan Negeri, bukan ke PTUN.

Ketaatan terhadap prosedur ini menjadi sangat penting. Apabila gugatan diajukan tanpa melalui tahapan upaya administratif, maka besar kemungkinan majelis hakim PTUN akan menyatakan gugatan tersebut tidak dapat diterima atau Niet Ontvankelijke Verklaard (NO) karena cacat formil.

Dengan demikian, pemahaman terhadap mekanisme hukum administrasi menjadi kunci agar upaya hukum yang ditempuh tidak sia-sia dan tetap berada dalam koridor hukum yang benar.(**)




Berita Terkait

Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi

Oleh: Firmansyah, SH, MHPraktisi Hukum dan Pendiri LBH YAHEHU Papua MENGAJUKAN gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara ...

Ekspor Perdana dari Mimika, Langkah Awal Transformasi Ekonomi Maritim Papua Tengah

ARUNGNEWS.COM,MIMIKA – Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi melepas ekspor perdana hasil perikanan melalui Pelab...

Konsolidasi Internal, MPLLBB Matangkan Pengukuhan dan Dukung Tata Kelola Batu Bara

ARUNGNEWS.COM,JAMBI – Masyarakat Peduli Lalu Lintas Batu Bara (MPLLBB) menggelar rapat internal sebagai langkah ko...

Gubernur Jambi Upayakan Layanan Mobile Banking Bank Jambi Kembali Aktif, Minta Dugaan Serangan Siber Diusut Tuntas

ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Gubernur Jambi, Al Haris, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi bersama manajemen Bank Jambi te...

Tingkatkan SDM, 250 Pelajar Papua Tengah Disiapkan Masuk Sekolah Kedinasan

ARUNGNEWS.COM,PAPUATENGAH -Pemerintah Provinsi Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengirim sebanyak 250 pelajar Orang Asli...

Gubernur Maluku Utara Dorong Transformasi Ekonomi Inklusif Lewat Sensus Ekonomi 2026

ARUNGNEWS.COM,MALUT- Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mendorong transformasi ekonomi daerah yang inklusif dan berk...

Pernyataan Ivan Wirata Dukungan MBG Mantap "Potensi" Pelanggaran Etika

Oleh : Firmansyah,SH.MH, Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik  PERNYATAAN  Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Iv...

Saksi Mahkota dalam Perkara Narkoba dan Tipikor: Jalan Mengungkap Kejahatan Terorganisir

Oleh: Firmansyah, S.H., M.H (Praktisi Hukum, Pendiri LBH Siginjai & LBH Yakehu) DALAM praktik penegakan hukum di In...

Terang-Terangan Peredaran Barang Ilegal di Jambi: Ujian Nyata bagi Penegakan Hukum

Oleh: Firmansyah, SH., MH (Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik) PEREDARAN barang ilegal di Provinsi Jambi bukan lagi se...

Menagih Realitas di Balik Jargon "Kota Jambi Bahagia"

Oleh: Dr. H. Sucipto, MA MASA jabatan Wali Kota Maulana dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha kini telah berjalan sela...