Tujuh Bulan Tanpa Gaji, Pemda Batang Hari Dituding Zalim oleh Mahasiswa

Aliansi dan Mahasiswa di Batanghari Melakukan Aksi Demonstrasi di Kantor Bupati Batanghari, Jumat (1/8/2025).
Aliansi dan Mahasiswa di Batanghari Melakukan Aksi Demonstrasi di Kantor Bupati Batanghari, Jumat (1/8/2025). / foto : istimewa

ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Kekecewaan terhadap Pemerintah Kabupaten Batang Hari kian memuncak. Ratusan pekerja belum menerima gaji mereka selama hampir tujuh bulan, memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa dan organisasi kepemudaan. Mereka menuding pemerintah daerah telah berlaku zalim dan abai terhadap nasib rakyatnya sendiri.

Aliansi OKP dan Mahasiswa Batang Hari, yang terdiri dari berbagai organisasi seperti IPNU dan HMI, menyebut telah mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Bupati Batang Hari sejak 16 Juli 2025. Surat itu berisi permintaan penjelasan dan kepastian atas hak-hak para pekerja. Namun, hingga berita ini diturunkan, surat tersebut belum mendapat tanggapan apa pun dari pihak pemerintah daerah.

“Setelah aksi pun belum ada kejelasan. Ini bentuk pengabaian nyata terhadap aspirasi masyarakat. Pemerintah seolah menutup mata terhadap penderitaan rakyat,” ujar perwakilan aliansi dalam keterangan tertulis.

Mereka juga mengecam kebijakan pemerintah yang hanya mencicil pembayaran gaji. Menurut mereka, itu bukan solusi yang adil, melainkan strategi tambal sulam yang berpotensi terus berulang.

“Pemerintah harus memberikan kepastian pelunasan penuh dan jaminan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Ini soal keadilan,” tegas aliansi.

Ketua PC IPNU Batang Hari, Armansah, menyampaikan bahwa dampak penundaan gaji sudah sangat dirasakan masyarakat. Banyak keluarga yang terjerat utang, tak mampu memenuhi kebutuhan dasar, hingga anak-anak yang terancam putus sekolah.

“Warga bekerja dengan penuh kedisiplinan, tapi hak mereka tak kunjung dibayarkan. Ini bentuk kezaliman yang nyata,” ujar Armansah dengan nada kecewa.

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Batang Hari, Salim Salikin, menegaskan bahwa tunda salur gaji bukan hanya persoalan teknis. Ia menyebut hal ini sudah menjadi masalah sosial dan psikologis yang membebani masyarakat luas.

“Pemerintah tidak bisa hanya melempar klarifikasi. Hak rakyat wajib disalurkan secara utuh dan tanpa ditunda-tunda,” ujarnya.

Aliansi mahasiswa juga menyampaikan ultimatum keras. Jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, mereka berencana menggelar aksi besar-besaran pada 17 Agustus 2025.

“Jika terus dibiarkan tanpa penyelesaian yang jelas, kami pastikan akan ada ratusan bahkan ribuan massa turun aksi. Ini bukan sekadar memperingati kemerdekaan, tapi menjemput kemerdekaan sejati bagi masyarakat Batang Hari dari ketidakpastian dan ketidakadilan,” tegas mereka.(***)

 




Berita Terkait

Gaji Belum Dibayar, Syaiful Tegaskan Tak Ada Kompromi: 110 Desa Menunggu Kepastian

ARUNGNEWS.COM,BATANGHARI – Persoalan gaji yang menjadi hak dasar masyarakat di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jam...

DPRD Batang Hari 'Semprot' Instansi Terkait: Jangan Tunda Gaji Perangkat Desa!

ARUNGNEWS.COM,MUARABULIAN-  Sikap tegas ditunjukkan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Batang Hari saat menggelar ...

Enam Bulan Gaji Mandek, Perangkat Desa Batang Hari Cari Solusi ke DPRD

ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Enam bulan gaji yang tak kunjung dibayarkan mendorong puluhan perangkat desa dari Kabupaten Ba...

Ratusan Massa Kepung Kejati Jambi, Dugaan Korupsi Islamic Center Batanghari Meledak!

ARUNGNEWS.COM,JAMBI – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat untuk Keadilan menggelar aksi unjuk ra...

Hak Terabaikan! Perangkat Desa, BPD, Guru PAUD/PAMI hingga Pegawai Syara’ Batang Hari Tak Digaji 5 Bulan, Serbu Kejati

ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat untuk Keadilan menggelar aksi unjuk rasa...

Tronton Batubara Diduga Overtonase Terbalik di Tempino, Warga Soroti Pengawasan

ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Sebuah truk tronton bermuatan batubara diduga melebihi kapasitas angkut terbalik di kawasan Tempino...

BPKP Dukung Pemprov Maluku Utara Tingkatkan Akuntabilitas dan Transparansi

ARUNGNEWS.COM,MALUT-Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyatakan siap mendukung Pemerintah Provinsi Maluk...

174 Narapidana Lapas Jambula Ternate Diusulkan Terima Remisi Kemerdekaan

ARUNGNEWS.COM,MALUT-Sebanyak 174 narapidana dari total 241 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jamb...

GAB Soroti Proyek Stadion Jambi Rp25 Miliar, Pemenang Diduga Tak Miliki SKP Aktif

ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Lembaga Gerakan Anak Bangsa (GAB) Peduli Jambi menyoroti penunjukan langsung proyek lanjutan pembang...

Digitalisasi Lewat Satelit, Maluku Utara Dorong Pemerataan Pembangunan di Wilayah 3T

ARUNGNEWS.COM,MALUT-Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus mendorong pemerataan pembangunan di wilayah tertinggal, terde...