ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) segera menuntaskan penyelesaian kasus dugaan penyimpangan dana nasabah di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Aek Nabara. Langkah ini dilakukan guna memastikan pelindungan konsumen sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.
OJK telah memanggil direksi dan manajemen BNI untuk meminta penjelasan serta menegaskan agar proses penyelesaian dilakukan secara cepat, menyeluruh, transparan, dan bertanggung jawab. OJK menekankan bahwa pelindungan nasabah menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus tersebut.
“Pelindungan nasabah merupakan prioritas utama. Kami meminta BNI segera menuntaskan penanganan kasus ini dengan melakukan verifikasi menyeluruh, memenuhi hak nasabah, serta menyampaikan perkembangan secara berkala,” ujar Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Agus Firmansyah.
Dalam arahannya, OJK meminta BNI melakukan verifikasi menyeluruh, memenuhi hak nasabah sesuai ketentuan yang berlaku, serta menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala kepada OJK.
Seiring proses yang berjalan, BNI melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait telah melakukan langkah pengamanan terhadap aset yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.
Upaya ini dilakukan untuk menjaga kepentingan nasabah sekaligus mendukung penyelesaian yang akuntabel sesuai peraturan perundang-undangan.
Terkait dana nasabah, hingga saat ini BNI telah melakukan verifikasi dan merealisasikan pengembalian dana sebesar Rp7 miliar. OJK menyatakan akan terus memantau proses verifikasi dan penyelesaian sisa dana agar berlangsung secara transparan, adil, dan sesuai ketentuan.
“Jika dalam proses pengawasan ditemukan adanya pelanggaran, OJK akan mengambil langkah tegas sesuai kewenangan yang dimiliki,” tegas Agus.
Selain itu, OJK juga meminta BNI melakukan investigasi internal secara menyeluruh, termasuk pendalaman aspek kepatuhan, pengendalian internal, dan tata kelola. Langkah ini dinilai penting untuk mengidentifikasi akar permasalahan serta memastikan adanya perbaikan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
BNI sendiri telah menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan kasus tersebut secara tuntas dan bertanggung jawab. OJK menegaskan akan terus mengawasi setiap tahapan penyelesaian dengan mengedepankan prinsip pelindungan konsumen, transparansi, dan akuntabilitas.
Di akhir, OJK mengajak seluruh pihak untuk menjaga komunikasi yang konstruktif serta menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Bagi nasabah yang membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan pengaduan, dapat menghubungi layanan resmi BNI atau Kontak OJK 157.(**)
ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) terus menggencarkan upaya ...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kondisi fundamental dan kinerja intermediasi perbankan...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerapkan penggunaan QR Code pada Surat Tanda Terdaftar (STTD) b...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi terus melakukan pengawasan terhadap tindak ...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Peran perempuan Indonesia dinilai perlu terus diperkuat agar semakin berkontribusi dalam pemba...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) menghentikan kegiatan PT M...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan literasi keuangan di kalangan generasi muda m...
ARUNGNEWS.COM, BUKITTINGGI- PT DIPO Internasional Pahala Otomotif meresmikan showroom resmi Mitsubishi di Jalan By ...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Pendaftaran Kelas Yamaha Engineering School (YES) Jambi kembali dibuka pada 2026. Program pend...
ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua peta jalan strategis, yakni Roadmap Pengembangan ...