Investor Pasar Modal Jambi Melonjak 81,37 Persen, Tertinggi Keempat Nasional

HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia.
HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia.

ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Minat masyarakat Jambi terhadap investasi pasar modal menunjukkan pertumbuhan signifikan. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pertumbuhan Single Investor Identification (SID) di Provinsi Jambi mencapai 81,37 persen, menempatkan Jambi di posisi keempat nasional dalam pertumbuhan investor pasar modal.Pertumbuhan tersebut menjadi sorotan di tengah momentum HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia yang mengusung tema “Transformasi Berkelanjutan untuk Pasar Modal Tepercaya dan Tangguh”.

Peringatan tersebut digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).Secara nasional, jumlah investor pasar modal yang mencakup saham, obligasi dan reksa dana telah mencapai 30,3 juta investor hingga 7 Agustus 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 9,9 juta investor dan menjadi pertumbuhan tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.

Pertumbuhan SID secara nasional mencapai sekitar 49 persen, dari 20,35 juta investor pada 2025 menjadi 30,3 juta investor pada 2026. Sementara Jambi mencatat pertumbuhan jauh lebih tinggi, yakni 81,37 persen.Jambi masuk lima besar provinsi dengan pertumbuhan investor tertinggi secara nasional, berada di posisi keempat setelah Aceh, Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Barat.

Lonjakan tersebut menunjukkan investasi pasar modal semakin mendapat tempat di tengah masyarakat daerah. Akses digital yang semakin terbuka membuat masyarakat tidak lagi harus berada di pusat-pusat ekonomi nasional untuk mulai mengenal dan berinvestasi di pasar modal.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica W. Dewi menilai pertumbuhan investor tidak sekadar menunjukkan bertambahnya jumlah masyarakat yang masuk ke pasar modal. Menurutnya, peningkatan tersebut juga mencerminkan kepercayaan dan harapan masyarakat terhadap perkembangan pasar modal Indonesia.

Secara nasional, sekitar 1,4 juta investor tercatat aktif bertransaksi setiap bulan. Pertumbuhan investor tersebut berlangsung di tengah dinamika dan volatilitas pasar global yang masih menjadi tantangan bagi perekonomian dan sektor keuangan.IHSG pada 7 Agustus 2026 ditutup di level 6.409,65. Sepanjang 2026, IHSG sempat sembilan kali mencatat rekor all-time high, dengan level tertinggi mencapai 9.134,70 pada 20 Januari 2026.Kapitalisasi pasar juga sempat mencapai rekor Rp16.640 triliun pada 19 Januari 2026. Sementara rata-rata nilai transaksi harian hingga 7 Agustus 2026 tercatat sebesar Rp22,3 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan momentum HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia menjadi kesempatan penting untuk terus menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian dan pasar keuangan, baik nasional maupun internasional.Sementara Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan pemerintah akan terus bersinergi dengan OJK, BEI, pelaku pasar modal dan pemangku kepentingan lainnya untuk membangun pasar keuangan yang semakin dalam, inklusif dan inovatif, namun tetap prudent serta kredibel.

Dari sisi penghimpunan dana, hingga periode tersebut telah tercatat tujuh saham baru, termasuk satu Lighthouse IPO. Jumlah perusahaan tercatat mencapai 962 perusahaan, menempatkan Indonesia di posisi kedua ASEAN berdasarkan jumlah perusahaan tercatat. Total dana yang dihimpun melalui pasar modal mencapai Rp122,8 triliun.

Momentum HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia juga ditandai dengan peluncuran ETF Emas perdana. Sebanyak lima produk ETF Emas dari lima manajer investasi dicatatkan di bursa.Kehadiran instrumen tersebut memberikan alternatif bagi investor untuk memperoleh eksposur terhadap emas melalui produk yang diperdagangkan di bursa tanpa harus memiliki emas fisik.

ETF Emas juga diharapkan memperluas diversifikasi portofolio, meningkatkan akses investor ritel maupun institusi serta mendukung pendalaman pasar modal dan pengembangan ekosistem bullion nasional.Penguatan pasar modal juga dilakukan melalui sejumlah agenda reformasi. BEI bersama OJK dan SRO telah menyelesaikan beberapa agenda pada Maret-April 2026, di antaranya publikasi data kepemilikan saham di atas 1 persen, revisi kebijakan free float, perluasan klasifikasi investor menjadi 39 kategori serta implementasi High Shareholding Concentration.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan komitmen BEI untuk melanjutkan transformasi dan reformasi secara berkelanjutan guna memperkuat integritas, transparansi dan daya saing pasar modal Indonesia.BEI juga terus mendorong transformasi digital, pengembangan produk dan layanan pasar modal serta peningkatan konektivitas dengan pasar global melalui visi “BEI 2030: Menuju Bursa Kelas Dunia untuk Manfaat Sebesar-besarnya bagi Rakyat Indonesia.”

Sementara itu, KPEI mencatat peningkatan efisiensi penyelesaian transaksi. Hingga akhir Juli 2026, rata-rata nilai penyelesaian transaksi bursa melalui mekanisme kliring netting mencapai Rp6,65 triliun, meningkat sekitar 48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.KSEI juga terus memperkuat infrastruktur pasar melalui pengembangan sistem C-BEST dan S-INVEST serta berbagai inisiatif untuk memperluas akses investor global.

Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat menyatakan OJK dan SRO terus berupaya menjaga stabilitas, integritas dan daya saing pasar modal melalui berbagai kebijakan serta Rencana Aksi Percepatan Pasar Modal Indonesia.Bagi Jambi, pertumbuhan investor sebesar 81,37 persen menjadi sinyal kuat semakin luasnya partisipasi masyarakat daerah dalam pasar modal nasional.

Posisi Jambi sebagai provinsi dengan pertumbuhan investor tertinggi keempat secara nasional sekaligus menunjukkan semakin terbukanya akses masyarakat daerah terhadap instrumen investasi.Namun, peningkatan jumlah investor perlu berjalan beriringan dengan penguatan literasi dan pemahaman terhadap risiko investasi. Pertumbuhan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan lebih banyak investor, tetapi juga menciptakan investor yang cerdas, rasional dan mampu mengambil keputusan investasi secara bertanggung jawab.

Momentum HUT ke-49 pasar modal memperlihatkan bahwa transformasi investasi nasional semakin menjangkau daerah. Bagi Jambi, lonjakan 81,37 persen menjadi peluang sekaligus tantangan untuk memastikan pertumbuhan partisipasi masyarakat di pasar modal berjalan sehat, berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi perekonomian daerah.(rls)




Berita Terkait

BEI Mulai Implementasikan Liquidity Provider Saham, Phintraco Sekuritas Lakukan Kuotasi Perdana

ARUNGNEWS.COM,JAMBI- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memulai implementasi Liquidity Provider saham sebagai upay...

Pasar Modal Jambi Tumbuh Pesat: Total Aset Tembus Rp3,3 Triliun di Awal 2026

ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Jambi mencatat pertumbuhan positif pada awal tahun 2026 di tenga...

Pemprov Papua Selatan Lanjutkan Layanan Bus Sekolah Damri pada 2026

ARUNGNEWS,MERAUKE- Pemerintah Provinsi Papua Selatan memastikan layanan bus sekolah gratis bekerja sama dengan Perum Dam...

Dihadiri BI dan OJK, QRIS Tap Resmi Diluncurkan di Siger Run 2025

ARUNGNEWS.COM,LAMPUNG -Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampu...

Apresiasi Kinerja Galeri Investasi (GI) Tahun 2024, BEI Berikan Penghargaan

MEEPAGO.COM-Sebagai apresiasi atas kinerja pengembangan pasar modal di Indonesia sepanjang tahun 2024, PT Bursa Efek Ind...

Indosat, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA Luncurkan Zankore, Platform Infrastruktur AI Terintegrasi untuk Asia-Pasifik

ARUNGNEWS.COM,JAMBI-Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA resmi meluncurkan Zankore b...

Pelindo Jambi Uji Kesiapsiagaan Ancaman Bom di Terminal Petikemas Talang Duku

ARUNGNEWS.COM,JAMBI-PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi menggelar simulasi penanganan keadaan darurat beru...

Bank Jambi Salurkan CSR ke Ponpes Sirojul Mukhlasin, Perkuat Sinergi Pendidikan

ARUNGNEWS.COM,JAMBI – Bank Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pendidikan melalui penyalu...

Pelindo Regional 2 Jambi Tebar Kepedulian, 25 Anak Yatim Terima Santunan

ARUNGNEWS.COM,MUAROJAMBI - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi menyalurkan santunan kepada 25 anak yatim d...

Memilih Bank Daerah, Kontribusi Nyata Membangun Ekonomi Jambi

ARUNGNEWS.COM, JAMBI – Di tengah persaingan industri perbankan nasional yang semakin ketat, masyarakat dihadapkan ...