Rapat Dengar Pendapat DPRD Provinsi Jambi dengan Bank Jambi
ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi memastikan kondisi Bank Jambi tetap stabil pascagangguan sistem yang sempat memicu kekhawatiran masyarakat. Kepastian tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menegaskan bahwa perlindungan terhadap hak-hak nasabah menjadi prioritas utama. RDP tersebut menghadirkan jajaran manajemen Bank Jambi, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan, serta pihak terkait lainnya guna memperoleh kejelasan menyeluruh atas persoalan yang terjadi.
Menurut Ivan, dari paparan yang disampaikan, manajemen bank bersama OJK memastikan seluruh dana nasabah yang terdampak telah dipulihkan secara penuh atau 100 persen. DPRD juga menerima penjelasan rinci mengenai mekanisme pengembalian dana sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen menjaga kepercayaan publik.
“Keamanan dana masyarakat adalah hal utama. Berdasarkan keterangan resmi yang kami terima, seluruh dana nasabah telah dikembalikan utuh,” ujar Ivan.
Selain memastikan pemulihan dana, DPRD turut mendorong dilaksanakannya audit forensik untuk mengurai secara komprehensif penyebab gangguan sistem, termasuk menelusuri kemungkinan adanya serangan siber. Ia menekankan pentingnya menunggu hasil audit resmi agar tidak berkembang spekulasi di tengah masyarakat.
“Kami memilih menunggu hasil audit forensik agar seluruh fakta terungkap secara terang, termasuk jika ada indikasi gangguan pada sistem keamanan,” tegasnya.
Dalam forum tersebut juga disampaikan bahwa Bank Indonesia memastikan stabilitas perbankan di wilayah Jambi tetap terjaga. Sejumlah langkah pengamanan dan pemulihan sistem telah ditempuh sehingga operasional bank kini berjalan normal.
Sebagai pemegang saham, para kepala daerah se-Provinsi Jambi disebut telah berkoordinasi aktif untuk menjaga stabilitas keuangan daerah. Upaya preventif turut dilakukan dengan mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak melakukan penarikan dana secara berlebihan (rush money) demi menjaga situasi tetap kondusif.
DPRD menegaskan akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara optimal dan mendorong percepatan audit forensik. Hasil audit nantinya diharapkan dapat dipublikasikan secara terbuka sebagai bagian dari transparansi dan pemulihan kepercayaan masyarakat.
Sementara itu, di lokasi terpisah di Kantor Cabang Utama Bank Jambi Telanaipura, seorang nasabah bernama Irham mengaku tetap menaruh kepercayaan terhadap bank daerah tersebut. Ia yang rutin melakukan setoran setiap bulan menyampaikan bahwa dana miliknya telah kembali sepenuhnya.
“Terbukti Bank Jambi bertanggung jawab atas insiden siber, Alhamdulillah uang saya kembali utuh tanpa potongan,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Ivan mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi sembari menunggu hasil resmi audit. Ia memastikan DPRD bersama para kepala daerah berkomitmen menjaga situasi tetap aman, stabil, dan kondusif.(ros)