Anggaran Dipangkas Rp800 Miliar, Gubernur Pastikan Infrastruktur Maluku Utara Tetap Berjalan

Gubernur Sherly
Gubernur Sherly

ARUNGNEWS.COM,MALUT-Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan pembangunan infrastruktur tidak akan terhenti meski anggaran daerah mengalami pemangkasan hingga Rp800 miliar. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyatakan kebijakan efisiensi dan pembenahan tata kelola menjadi kunci agar seluruh program strategis tetap terlaksana.


Pernyataan tersebut disampaikan Sherly saat membuka pelatihan penggunaan E-Katalog versi 6 yang diselenggarakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Rabu (17/12/2025).


Menurut Sherly, pemotongan anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk mengingkari komitmen pembangunan kepada masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, memilih mengubah pola kerja dan memperketat pengelolaan anggaran ketimbang menghentikan proyek yang telah direncanakan.


Salah satu langkah yang ditempuh adalah meninjau ulang Harga Perkiraan Sendiri (HPS) pada sejumlah proyek infrastruktur, khususnya di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Maluku Utara. Evaluasi tersebut dilakukan dengan pendampingan BPKP guna memastikan kewajaran dan efisiensi biaya.


Hasil peninjauan menunjukkan adanya potensi penghematan HPS hingga 30 persen. Sherly menyebut efisiensi tersebut cukup untuk menjaga keberlanjutan proyek infrastruktur pada tahun anggaran 2026. “Pekerjaan tetap berjalan, tetapi dilakukan dengan cara yang lebih hemat dan terukur,” ujarnya.


Selain efisiensi anggaran, Pemprov Maluku Utara juga menaruh perhatian pada perbaikan tata kelola pemerintahan. Sherly mengungkapkan skor Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Maluku Utara pada 2025 meningkat signifikan.


Skor MCSP tercatat naik dari 71 atau zona kuning menjadi 90 dan masuk kategori zona hijau. Peningkatan ini menunjukkan adanya kemajuan dalam sistem pencegahan korupsi, setelah sebelumnya Maluku Utara sempat masuk dalam daftar daerah dengan tingkat kerawanan korupsi yang tinggi.


Sherly menilai capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya pembenahan, termasuk pelatihan E-Katalog versi terbaru serta kerja sama intensif dengan BPKP dalam pengawasan pengadaan barang dan jasa.
Meski demikian, pemerintah daerah menyadari efektivitas kebijakan efisiensi dan tata kelola yang diperbaiki masih akan diuji dalam pelaksanaan proyek di lapangan. Tantangan menjaga kualitas pekerjaan tetap menjadi perhatian di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).


“Kami terus belajar dan berupaya mengelola anggaran secara lebih cermat. Tujuannya agar pembangunan tetap berjalan dan Maluku Utara bisa menjadi lebih baik,” kata Sherly.(rls)




Berita Terkait

Pemprov Maluku Utara Berikan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.814 Insan Olahraga Porprov

ARUNGNEWS.COM,MALUT- Pemerintah Provinsi Maluku Utara menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan jaminan sosi...

Ekspor Perdana dari Mimika, Langkah Awal Transformasi Ekonomi Maritim Papua Tengah

ARUNGNEWS.COM,MIMIKA – Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi melepas ekspor perdana hasil perikanan melalui Pelab...

Gubernur Maluku Utara Dorong Transformasi Ekonomi Inklusif Lewat Sensus Ekonomi 2026

ARUNGNEWS.COM,MALUT- Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mendorong transformasi ekonomi daerah yang inklusif dan berk...

Audit LKPD 2025 Rampung, BPK Serahkan LHP ke DPR dan Pemprov Papua Tengah

ARUNGNEWS.COM,PAPUATENGAH- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Bada...

ABPEDNAS Maluku Utara Periode 2026–2031 Dikukuhkan, Perkuat Sinergi Jaga Tata Kelola Desa

ARUNGNEWS.COM,MALUT- Pengurus Daerah (DPD) dan Pengurus Cabang (DPC) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (...

Gubernur Sherly Tjoanda Lepas 374 Calon Jamaah Haji, Beri Uang Saku Rp1,5 Juta per Orang

ARUNGNEWS.COM,MALUT- Sebanyak 374 Calon Jamaah Haji (JCH) asal Maluku Utara yang tergabung dalam Kloter 14 Embarkas...

Nawipa Minta 10 Persen Dana Freeport Dialokasikan untuk Pendidikan Tanah Papua

ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Gubernur Papua Tengah sekaligus Ketua Asosiasi Gubernur se-Tanah Papua, Meki Nawipa, meminta agar 1...

Carut-Marut Rekrutmen PPPK, Honorer Lama Kecewa; Formapek Desak Investigasi

ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Proses rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kembali menuai kritik tajam. Sej...

Monopoli Sriwijaya Air di Nabire Dikeluhkan, Warga Papua Tengah Butuh Alternatif Penerbangan

ARUNGNEWS.COM,PAPUATENGAH- Sejak Bandara Douw Aturure di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, beroperasi penuh pada ...

APBD Provinsi Jambi 2026 Disahkan, Tercatat Defisit Rp85 Miliar

ARUNGNEWS.COM,JAMBI-DPRD Provinsi Jambi resmi mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jambi T...