MEEPAGO.COM-PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, terus menunjukkan komitmennya bagi masyarakat hingga pelosok tanah Papua. Salah satunya, saat ini PLN berhasil menghadirkan listrik selama 24 jam yang menyasar 1.560 warga di 12 kampung di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah. Langkah tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara melalui PLN, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia listrik terbesar di Indonesia di bidang energi kelistrikan.
Warga di 12 kampung di Deiyai tentu berbangga gebrakan PLN dalam upaya mewujudkan listrik berkeadilan. Kampung-kampung yang menikmati listrik 24 jam yaitu Kampung Ayate, Digibagata, Widuwakiya, Wagomani, dan Epanai di Distrik Tigi Timur serta Kampung Ipoke, Dagokebo, Kokbaya, Dakebo, Waitakota, Wagumoma, dan Edagotadi di Distrik Tigi Barat.
Wakil Bupati Kabupaten Deiyai Ayub Pigome mengungkapkan kegembiraan dan kebanggaannya atas perkembangan infrastruktur kelistrikan di daerahnya. Kehadiran listrik, ujar Ayub, akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami bangga karena kini penerangan sudah tersedia. Ke depan, kami akan terus mengawal pembangunan agar seluruh kampung dapat menikmati listrik. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung serta membantu pengembangan kelistrikan di Deiyai,” kata Ayub, Minggu (30/3).
Kepala Suku Debei Yulius Pigome juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas langkah PLN dan Pemerintah Kabupaten Deiyai menghadirkan listrik di wilayahnya. Dengan listrik yang menyala 24 jam aktivitas warga menjadi lebih mudah dan ekonomi semakin tumbuh.
Yulius Pigome yang juga tokoh masyarakat Debei mengatakan, ia dan warganya sangat bersyukur atas perhatian pemerintah melalui kehadiran listrik yang disediakan PLN. Kebutuhan energi listrik sangat penting dan menjadi perhatian pemerintah.
“Listrik 24 jam di belasan kampung di Deiyai menunjukkan kinerja PLN yang luar biasa. Anak-anak kami dapat belajar dengan nyaman. Aktivitas masyarakat juga akan semakin lancar karena listrik tersedia sepanjang hari. Terima kasih kepada semua pihak yang berperan. Kami akan menjaga keamanan daerah ini agar pembangunan terus berjalan dan wilayah kami semakin maju,” kata Pigome.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat Rizky Mochamad mengatakan, listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Untuk mewujudkan layanan listrik 24 jam di 12 kampung ini, pihak PLN telah membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 16,95 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 19,86 kms, serta sembilan unit gardu dengan total kapasitas 600 kVA.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan berbagai pemangku kepentingan yang telah membantu dalam proses pembangunan ini. Diharapkan kelistrikan 24 jam penuh dari PLN dapat menunjang seluruh aktivitas masyarakat di berbagai sektor,” ujar Rizky Mochamad. (***)
ARUNGNEWS.COM,PAPUATENGAH- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah resmi menjalin kerja sama di bidang hukum den...
ARUNGNEWS.COM,PAPUATENGAH- Enam gubernur dari wilayah Tanah Papua berkumpul di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Teng...
ARUNGNEWS.COM,PAPUATENGAH- Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini mendorong percepatan pembangunan Markas Kom...
ARUNGNEWS.COM,NABIRE- Aksi unjuk rasa yang digelar Front Rakyat Bergerak di halaman Kantor DPRP Papua Tengah, Selas...
ARUNGNEWS.COM,PAPUATENGAH- Pemerintah Provinsi Papua Tengah meluncurkan program bayi tabung gratis sebagai upaya menjaga...
ARUNGNEWS.COM,PAPUATENGAH- Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar forum evaluasi terbuka bertajuk talkshow satu tahu...
MEEPAGO.COM-Ribuan umat Muslim di Kabupaten Mimika tumpah ruah ke jalan untuk mengikuti Pawai Takbir Keliling Kota Timik...
MEEPAGO.COM-Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa memberikan apresiasi kepada Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme...
MEEPAGO.COM-Gubernur Papua Tengah, Meki Frits Nawipa mengungkapkan bahwa di masa pemerintahannya tidak akan ada prosesi ...
MEEPAGO.COM-Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat komitmen dalam pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus) aga...